Kejari Tetapkan Tiga Tersangka, Bupati OI Angkat Bicara

INDRALAYA – Menanggapi penetapan tiga nama tersangka dalam kasus korupsi dana hibah bawaslu Ogan Ilir tahun 2020, Bupati OI Panca Wijaya Akbar SH mengatakan penetapan tiga nama tersangka tersebut merupakan sebab akibat atas perbuatan yang dilakukan oleh oknum pegawai di Bawaslu.

“Karena semuanya melalui kejari (Kejaksaan Negeri) tentunya kami percaya, semuanya merupakan adanya sebab akibat,” terang Panca.

Untuk itu, Panca berharap, dalam prosesnya dapat sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. “Kita berharap semoga prosesnya sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negri (Kejari) Ogan Ilir (OI) menetapkan tiga nama tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Bawaslu tahun 2020. Untuk pelaksanaan Pemilihan Umum Daerah (Pilkada) Bupati Ogan Ilir (OI) pada Kamis (3/11).

Tiga nama dimaksud yakni AS, yang saat itu menjabat sebagai kepala sekretariat Bawaslu OI, HF yang juga jabat kepala sekretariat Bawaslu OI, dan R selaku tenaga honorer di Bawaslu Ogan Ilir yang berperan melengkapi administrasi di operator Bawaslu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ogan Ilir, Nur Surya SH mengatakan, bahwa ketiga tersangka tersebut secara meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan uang negara lebih kurang Rp 7 milyar dari nilai anggaran Rp 19,3 milyar.

“Berdasarakan keterangan ahli dari BPKP Sumsel, keterangan saksi dan berkas perkara yang diperiksa ketiganya secara meyakinkan telah melakukan pemalsuan berkas administrasi atau mem mark up dana hibah Bawaslu tersebut,” terangnya.

Sejauh ini, Kejari OI telah memeriksa lebih kurang 52 saksi antara lain pejabat pada masa pemerintahan sebelumnya priode 2019-2021, mulai dari bupati, Asisten II sekda, kapala BPKAD, Kepala Kesbangpol OI, beberapa pejabat terkait Pemkab OI, Ketua DPRD tahun 2019.

Selain itu, Plt Kepala BPK RI perwakilan Sumatra Selatan, sepuluh saksi dari Bawaslu OI, 16 ketua Panwascam, termasuk tempat pelaksanaan Bimtek general manager Hotel Emelia Palembang.

Ditambahkan Nur Surya, terkait penahanan tersangka akan dilihat setelah adanya pemeriksaan oleh Kejari Ogan Ilir terhadap tersangka. “Untuk para tersangka kita jerat berdasakan pasal Primernya pasal 3, Subside air pasal 3 UU No 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan pasal 54 UU,” terangnya.

Kajari mengungkapkan kedepan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. “Setelah penetapan tersangka ini, penyidik telah mempunyai kekuatan dalam tindakkan hukum lainya baik terkait dengan penyitaan, penggeledahan maupun penetapan tersangka lain yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut,” ungkapnya. (sro)