Kenali Ciri-cirinya


Zulkifli, Apt – Kepala BBPOM Palembang 

MASIH maraknya penggunaan pewarna makanan yang mengandung zat berbahaya di Kota Palembang membuat Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Zulkifli, Apt angkat bicara.

“Indikasi di Sumsel ini tertuju pada terasi, tahu, kerupuk merah. Nah untuk terasi dan tahu sudah aman setelah beberapa kali kita lakukan sidak, sudah kita kasih efek jerah bagi yang kedapatan,” ujarnya saat diwawancarai via telepon, Senin (17/10).

“Untuk kerupuk merah sendiri kalau di Palembang baru kita temukan tempat produknya di daerah plaju ini, tapi di sini tadi sudah kita uji lab ternyata aman semuanya tidak ada yang menggunakan pewarna berbahaya,” lanjutnya.

Zul menerangkan, jika makanan yang menggunakan pewarna yang mengandung zat berbahaya ada ciri-cirinya.

“Kalau untuk kerupuk sendiri, cirinya itu kalau mengandung rodamin B warnanya mencolok merah mengkilat.

“Untuk kerupuk merah, tandanya kalau mengandung roda min B warnanya agak mencolok merah mengkilat, lalu ada campuran bintik-bintik. Biasanya selain kerupuk, rodamin B ini banyak digunakan untuk terasi,” terangnya.

Lebih lanjut Zul menuturkan, jika biasanya untuk makanan yang mengandung pewarna berbahaya saat dipegang warnanya akan lengket di tangan.

“Nah biasanya kalau dipegang warnanya akan lengket ditangan, kalau kerupuk merah digoreng warnanya tidak berubah sudah bisa dipastikan memgandung zat berbahaya,” tuturnya.

Zul menambahkan, untuk kerupuk yang aman dari pewarna berbahaya saat digoreng warnanya pucat atau memudar.

“Kalau kerupuknya digoreng pucat itu yang kenyataannya tidak mengandung pewarna berbahaya, tapi itu dicek secara fisik. Karena tetap penegasannya ke laboratorium,” tambahnya.

Selain itu, kata Zul, efek jika mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya itu jangka panjang. “Efeknya itu jangja panjang, tidak langsung. Seperti terkena kanker ginjal contohnya, nah bahaya kimia ini jangka panjang ngga langsung,” tandasnya. (tia)