Kepala Keamanan Pasar Tumbang

Korban dirawat di RS Sobirin Lubuklinggau, kemarin. foto : maryati-palpos


LUBUKLINGGAU
– Kepala keamanan Pasar Inpres Kota Lubuklinggau, Ahmad Yani alias Ete (60),  roboh bersimbah daerah setelah dikeroyok dan ditikam oleh dua pedagang pakaian BJ.

Belakangan diketahui pedagang dimaksud adalah Ali Udin alias Mang Din (61), warga Jalan Garuda Hitam, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau, dan cucunya berinisial D (DPO).

Aksi pengeroyokan itu terjadi di pinggir jalan Pasar Inpres (Jalan Sudirman), Kelurahan Linggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau, Selasa (01/11), sekitar pukul 14.10 WIB.

Aksi pengeroyokan itu dilatari rasa sakit hati tersangka Din yang telah dihina dan dianiaya korban Ete. Saat itu tersangka Din sedang nongkrong di lapak jualan ayam kampung milik saksi Kupik.

Lalu datang  Ete memanggil tersangka dengan sebutan ‘Cacing Tarik’. Tersinggung tersangka Din melototi  Ete seraya mempertanyakan salahnya kepada Ete yang memanggil dengan sebutan tak sopan.

“Apo salah aku, dari dulu cak inilah badan aku”, ujar tersangka dengan nada kesal.

Menerima jawaban tak senang dari tersangka, korban bukannya meminta maaf malah menampar pipi tersangka Din, seraya menantang berkelahi. Merasa dilecehkan dan dihina korban, tersangka Din kemudian menjawab tantangan korban.

“Tunggulah kalau kau lanang nian” jawab tersangka Din seraya pergi.

Ternyata tersangka Din pulang ke rumah sepupunya Rozi  di  toko pakaian bekas (BJ), Jalan Garuda, Kelurahan Pasar Pemiri. Di sana tersangka Din bertemu dengan tersangka D yang tidak lain cucunya dan menceritakan apa yang telah dialaminya di Pasar Inpres.

Lalu tersangka Din mengambil parang miliknya dan kembali ke Pasar Inpres menemui  Ete. Rupanya tersangka D tidak sampai hati membuatkan kakeknya sendirian menghadapi  Ete. Tersangka D kemudian menyusul tersangka Din. Tiba di pasar tepatnya depan Ruko Manisan Milik Akok,  Ete sudah melihat tersangka Din yang hendak menghampiri dirinya.

Melihat tersangka membawa parang,  Ete bukannya menghindar sebaliknya mendekati tersangka Din. Sebaliknya tersangka Din juga terus mendekati korban.

Saat keduanya sedang berhadap-hadapan, tersangka D datang dan menusuk punggung korban dengan pisau yang dibawanya. Menerima serangan tersebut  Ete tersungkur ke aspal. Lalu didekati tersangka Din dan mengibas-ngibaskan parangnya ke arah korban.  Namun  Ete tetap melakukan perlawanan.

Diduga takut, warga yang melihat kejadian itu tak berani mendekat atau menghentikan perkelahian yang tidak seimbang tersebut. Barulah setelah kedua tersangka kabur meninggalkan lokasi, beberapa pedagang mendekat dan membantu  Ete dan membawanya ke Rumah Sakit Sobirin.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi, melalui Kasatreskrim AKP Robi Sugara membenarkan adanya kejadian itu.

“Ya, kita sudah turun ke lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi dan identitas tersangka juga sudah diketahui,” kata  Robi.

Kurang dari 1×24 jam Tim Macan Satreskrim Polres Lubuklinggau berhasil mengamankan  Ali Udin alias Mang Din. Tersangka Din diamankan Tim Macan Linggau yang dipimpin langsung Kasatreskrim AKP Robi Sugara didampingi Kanit Pidum, Ipda Jemmy A Gumael, dan beberapa anggota lainnya,  ditempat persembunyiannya di rumah sepupunya Rozi, owner Toko Pakaian Bekas (BJ), Kelurahan Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II,  Lubuklinggau, hanya berselang beberapa jam pascakejadian.

Bersama tersangka polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa parang tanpa sarung yang masih dalam penguasaan tersangka.  Selain BB parang milik tersangka, polisi juga mengamankan  jaket warna biru yang digunakan tersangka saat kejadian.

Semenetara itu, AKP Robi Sugara memberikan warning ke tersangka D, salah satu tersangka pengeroyokan terhadap Ahmad Yani alias Ete, Ketua Keamanan Swakarsa Pasar Inpres Kota Lubuklinggau, untuk segera menyerahkan diri. Tersangka diberikan waktu 1×24 jam sejak dikeluarkannya imbauan untuk datang dan mengakui perbuatannya.

Jika dalam batas waktu diberikan tersangka tidak menyerahkan diri, dipastikan Tim Macan melakukan tindakan tegas kepada tersangka D.

Menurut Robi pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi dan keluarga tersangka D yang ada di Lubuklinggau. Pihaknya juga telah melakukan pemetaan arah pelarian tersangka. Salah satunya ke arah Ogan Ilir (OI).

Yang jelas, lanjut Robi, pihaknya telah melakukan penelusuran arah pelarian tersangka. “Anggota juga sudah ada yang mengejar ke OI dan berkoordinasi dengan Polres OI,” terang Robi.

Info terakhir Ahmad Yani alias Ete  dirujuk ke rumah sakit di Palembang. Pasalnya kondisi korban semakin parah.

Tersangka Din mengaku menyesali perbuatannya. “Aku menyesal, tapi semua sudah terjadi mau diapakan lagi,” ungkapnya.

Kendati demikian, dikatakan Din, dirinya siap bertanggungjawab atas apa yang telah terjadi.  Aksi pengeroyokan sendiri, diungkapkan Din, dilakukan karena dia malu dan tidak terima dikatakan korban ‘Cacing Tarik’.  Terlebih kemarahannya itu dibalas tamparan keras di pipi yang dilakukan korban. (yat)