Kesal Selalu Ditagih Utang

Empat dari lima tersangka perampokan dan pembunuhan Kadus Nunggal Sari Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin


4 Perampok Brutal Dibekuk

Otak Pelaku Keok Dipelor

 BANYUASIN – Komplotan perampok brutal yang membunuh Kepala Dusun (Kadus) III Desa Nunggal Sari, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin Sunardi dan istrinya Sri Narti diringkus tim gabungan Polres Banyuasin dan Polda Sumsel.

Empat dari lima pelaku ditangkap Kamis (13/10), sekitar pukul 09.00 WIB. Para pelaku ditangkap saat akan melintasi perairan Banyuasin Sungai Kelapa, Desa Kuala Puntian, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin. Dalam penangkapan tersebut, dua pelaku ditembak karena berusaha melarikan diri.

Penangkapan dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Hary Dinar SIK SH MH dan Kanit I Unit Pidum Ipda Agum Marenra.  Keempatnya tertangkap saat speedboat yang ditumpangi berpapasan dengan speedboat polisi. Dua orang pelaku Yuda dan Kailani berhasil dibekuk.

“Namun setelah speedboat menepi pelaku mencoba untuk melarikan diri dan anggota melakukan tembakan peringatan. Namun tidak diindahkan oleh pelaku, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur,” kata  AKP Hary Dinar.

Kedua orang tersangka diamankan di Mako Polairud Polres Banyuasin selanjutnya dibawa ke Satreskrim Polres Banyuasin guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Lalu tim gabungan melakukan pengembangan dan mengamankan satu tersangka lagi berinisial RA saat berada di rumahnya di wilayah Jalur 17 Banyuasin,” terang AKP Hary Dinar.

Adapun keempat pelaku yang diamankan yakni Yuda alias Bayu (42), warga Arit Harapan Baru Dusun 5 Penuguan Kecamatan Selat Penuguan Banyuasin; Kailani alias Kai (49), warga Desa Meranti Dusun III Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin; Muhammad Renaldi (38), warga Selat Penuguan Sumber Agung; dan RA (16), warga  Jalur 17 Desa Sumber Agung Banyuasin.

Berdasar pengakuan para pelaku terungkap motif pelaku tega membunuh korban dan istrinya. Kepada polisi empat dari lima pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulau Rimau Banyuasin mengaku mereka membunuh karena takut aksi mereka ketahuan.

Para pelaku perampokan dan pembunuhan di Pulau Rimau Banyuasin tersebut berhasil masuk ke dalam rumah korban, takut diketahui warga sekitar karena tindakan dari korban yang berupaya mempertahankan diri.

“Korban sempat berteriak meminta tolong dan melawan. Karena takut ketahuan, para pelaku ini akhirnya membacok korban Sunardi hingga tewas,” kata  AKP Hary Dinar.

Begitu pula dengan istri korban  yang berupaya untuk berteriak meminta tolong dengan cara berteriak. Agar korban tak berteriak yang dapat membuat aksi mereka diketahui warga, sehingga para pelaku menjerat leher istri korban menggunakan kain. Usai keduanya tewas, para pelaku ini mengambil barang-barang berharga milik korban. Termasuk, emas yang dipakai korban Sri Narti.

“Satu pelaku lagi masih kami kejar. Tetapi, kami himbau, lebih baik menyerahkan diri ketimbang kami tangkap dan kami lakukan tindakan tegas,” tegas Hary.

Lebih lanjut Hary mengungkapkan, motif perampokan dan pembunuhan  dilatar belakangi karena utang piutang. Menurut Hary, seorang pelaku yakni Yuda memiliki utang kepada korban.

Karena kesal selalu ditagih dan tahu korban memiliki uang, sehingga pelaku Yuda merencanakan untuk melakukan perampokan terhadap korban Sunardi.

 “Otak pelaku Yuda. Dari pengakuan pelaku Yuda, dia ada utang dengan korban. Kesal dan juga tahu korban ada uang, sehingga dia mengajak pelaku lain untuk melakukan aksinya,” kata Hary.

Setelah merencanakan, Yuda mengajak pelaku Kailani, Muhammad Renaldi, RA dan KV (DPO) untuk beraksi. Saat beraksi, pelaku masuk melalui jendela belakang rumah dan pintu dari rumah utama milik korban.

Pelaku yang berhasil masuk, mengikat kedua tangan dan kaki korban ke belakang menggunakan ban dalam bekas. Berhasil menyekap korban, para pelaku mengacak-acak isi rumah untuk mencari barang berharga.  Diduga untuk menghilangkan jejak, pelaku menghabisi nyawa kedua korban.  (son/hb)