KOMISIONER BAWASLU OI LOLOS

Kejari OI menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi dana hibah Bawaslu tahun 2022, kemarin. foto : isro antoni-palpos


Kejari Tetapkan 3 Tersangka  

INDRALAYA – Kejaksaan Negri (Kejari) Ogan Ilir (OI) menetapkan tiga nama tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Bawaslu tahun 2020. Dana hibah tersebut untuk pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Ogan Ilir (OI).

Penetapan ketiga nama tersangka tersebut diumumkan dalam konfrensi pers di Kantor Kejari Ogan Ilir, kemarin.  Tiga nama dimaksud yakni AS, yang saat itu menjabat sebagai kordinator sekretariat Bawaslu OI, HF yang juga menjabat kordinator sekretariat Bawaslu OI , dan R selaku tenaga honorer  yang berperan melengkapi administrasi di operator Bawaslu.

Kejari Ogan Ilir, Nur Surya mengatakan  ketiga tersangka  secara meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan uang negara lebih kurang Rp 7 miliar dari nilai anggaran Rp 19,3 miliar.

“Berdasarakan keterangan ahli dari BPKP Sumsel, keterangan saksi dan berkas perkara yang diperiksa ketiganya secara meyakinkan telah melakukan pemalsuan berkas administrasi atau  mark up dana hibah Bawaslu tersebut,” terangnya.

Sejauh ini, Kejari OI telah memeriksa lebih kurang 52 saksi antara lain pejabat pada masa pemerintahan sebelumnya periode 2019-2021, mulai dari bupati, Asisten II, Sekda, Kepala BPKAD, Kepala Kesbangpol OI, dan beberapa pejabat terkait Pemkab OI, Ketua DPRD tahun 2019.

Selain itu, Plt Kepala BPK RI Perwakilan Sumatra Selatan, sepuluh saksi dari Bawaslu OI, 16 ketua Panwascam, termasuk tempat pelaksanaan Bimtek General Manager di Hotel Emelia Palembang.

Ditambahkan Nur Surya, terkait penahanan tersangka akan dilihat setelah adanya pemeriksaan oleh Kejari Ogan Ilir. “Untuk para tersangka kita jerat berdasarkan  primer pasal 3, susider pasal 3 UU No 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP dan pasal 54 UU No 20 Tahun 2021,” ungkapnya.

Kejari mengungkapkan ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

“Setelah penetapan tersangka ini, penyidik telah mempunyai kekuatan dalam tindakkan hukum lainya baik terkait dengan penyitaan, pengeledahan maupun penetapan tersangka lain yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut,” ungkapnya.

Disinggung Komisioner dan Bendahara Bawaslu yang tidak ditetapkan tersangka,  Nur Surya berdalih penetapan ketiga tersangka telah sesuai dengan bukti otentik baik berbentuk invoice, nota, kwitansi dan alat bukti surat lainnya. Ditambah lagi berdasarkan konfirmasi dan keterangan dari saksi-saksi maupun keterangan ahli dari BPKP Sumsel.

“Memang kalau dilihat dari setruktur organusasi komisioner dan bendaharalah yang bertanggungjawab. Namun setelah kita lakukan pendalaman berdasarkan alat bukti secara otentik yang ditemukan penyidik mengarah ke tiga tersangka. Ini masih tahap awal nantinya akan dilakukan penyidikan kembali lebih mendalam saat persidangan terhadap tersangka. Tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain,” kata  Nur Surya.

Disinggung terkait tersangka AS yang juga telah tersandung kasus hukum yang sama di Bawaslu Kabupaten Lubuk Linggau dengan nilai kerugian Rp 2 miliar, Nur Surya mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kejari Lubuk linggau.

“Kami kemarin sudah berkoordinasi dengan Kejari Lubuk Linggau. Yang bersangkutan telah ada keputusan dari Jaksa Penuntut Umum, namun belum ikrah. Kami tetap menerapkan praduga tak bersalah terhadap pelaku. Nanti proses persidanganlah yang akan menentukan. Sejauh mana tersangka ini dimintai pertanggungjawaban,” tandasnya. (sro)