Kompres Hangat Atau Dingin, Mana yang Benar?


BARU
-baru ini sempat terjadi perdebatan di jagat twitter tentang kompres hangat atau dingin. Masih banyak yang mempertanyakan mana yang benar digunakan untuk menurunkan demam.

KOMPRES menjadi pertolongan pertama yang biasa dilakukan di rumah, ketika anggota keluarga mengalami demam. Hal ini bahkan sudah menjadi tradisi di masyarakat kita.

Belakangan banyak yang memperdebatkan, mana diantara kompres hangat dan dingin yang paling efektif mengatasi demam.

Dilansir dari berbagai sumber, demam merupakan salah satu gejala yang muncul saat ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh kita. Oleh karena itu penting untuk mencari tahu apa sebetulnya penyebab demam itu.

Dokter spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia menyebut, kompres dengan air hangat cukup efektif untuk menurunkan demam.

“Kalau orang demam itu cocoknya dikompres dengan air hangat karena dengan begitu pembuluh darah jadi melebar dan panas akan lebih cepat keluar dari dalam tubuh. Istilah kita, vasodilatasi,” kata dr Andi kepada wartawan, Minggu (10/9).

Namun jika demamnya disebabkan karena penyakit tertentu misalnya demam berdarah, maka demamnya tidak akan turun.

“Bisa menurunkan gejala sedikit, tapi yang kita takutkan pada demam berdarah bukan demamnya, justru migrasi cairan jadi turun suhunya, itu yang harus diantisipasi,” katanya.

Andi menambahkan, kompres air dingin saat demam pun sebenarnya tidak menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan. Hanya saja, kompres air dingin membuat demam lebih lama turun dibanding kompres menggunakan air hangat.

“Cara manapun boleh. Asal target tercapai yakni demam turun, pasien nyaman,” katanya.

Namun, perlu diingat bahwa demam harus dibedakan dengan heat stroke atau kondisi kegawatdaruratan. Pasalnya, saat seseorang mengalami heat stroke, justru harus dikompres dengan air dingin.

Ia menjelaskan, heat stroke dan demam dapat dibedakan dari besaran suhu badannya. Suhu badan saat demam biasa umumnya berkisar 37,5-39 derajat celsius. Sementara heat stroke, suhu badan di atas 39-40 derajat celsius dengan disertai gejala-gejala gangguan neurologis. Andi menegaskan, demam membutuhkan penanganan lebih lanjut apabila tidak turun meski sudah dikompres dan ada gejala dari penyakit tertentu.(chy)