Korban Perundungan Minta Keadilan

Yati, ibu korban


MERASA
tak mendapatkan keadilan. Keluarga korban perundungan di SMAN 4 Buay Madang Kabupaten OKU Timur mengadu ke Komisi V DPRD Prov Sumsel, kemarin.

Kedatangan keluarga korban berinisial BSP tidak lain untuk minta bantuan wakil rakyat dalam memperjuangkan keadilan bagi putranya.
Di DPRD Sumsel keluarga korban diterima Wakil Ketua Komisi V Mgs H Syaiful Fadli didampingi anggota Dra Hj Nilawati dan H.M. Anwar Al Syadat SSi Msi .

Kepada anggota dewan, Yati, ibu korban, mengatakan peristiwa menyedihkan itu terjadi tanggal 30 Maret 2022 beberapa saat setelah anak pulang sekolah.

“Pas pulang sekolah anak saya dikeroyok oleh pelajar di sekolah yang sama. Akibatnya, anak saya luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Yati.

Menurutnya, dari hasil visum kepala bagian belakangnya retak. “Kalau saya ingat itu saya sangat sedih. Karena anak saya terluka parah akibat dikeroyok temannya. Bukan hanya bagian belakang kepalanya yang retak, tetapi hidungnya berdarah dan rahangnya juga berdarah,” kata Yati, sambil terbata bata.

Terkait masalah ini, pihak keluarga telah lapor ke Polres OKU Timur, namun polisi hanya menetapkan satu tersangka atas nama Led, padahal pelakunya banyak.

“Karena merasa tidak dapat keadilan, maka kami melakukan banding dan hasilnya tetap sama, hanya ada satu pelaku yakni Led,” bebernya.

Untuk masalah ini pihaknya telah tanya ke polisi. Menurut mereka pelakunya hanya ditetapkan satu orang karena saksi tidak bisa menyebutkan nama-nama pengeroyok lainnya. Alasannya semuanya pakai seragam sekolah dan semuanya pakai masker.

Bukan hanya itu saja, kejanggalan lainnya adalah pelaku Led pun tidak menjalani hukuman penjara. “Pelaku Ledy memang ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi dia tidak pernah menjalani hukuman penjara, sejak di polres hingga di pengadilan,” ungkapnya.

Untuk itu, dia dan suami datang ke DPRD Sumsel minta bantuan guna mendapatkan keadilan. “Saya ingin semua pelaku ditangkap, bukan hanya Ledy. Selain itu, mereka juga harus mendapatkan hukuman yang setimpal,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs H Syaiful Fadli mengatakan Komisi V telah menerima laporan dari korban tindak kekerasan yang dilakukan oknum pelajar dj SMAN 4 Buay Madang.

“Masalah ini sudah dilaporkan ke kepolisian setempat. Namun karena merasa tidak mendapatkan keadilan, dimana pelaku yang ditetapkan hanya satu orang dan itupun tidak menjalani hukuman. Maka mereka minta bantuan Komisi V untuk mendapatkan keadilan,” bebernya.

Karena pelaku, korban dan lokasi kejadiannya terjadi di wilayah SMAN 4 Buay Madang, maka pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan pihak terkait lainnya.

“Kita tidak ingin ada tindak kekerasan di lembaga pendidikan, apapun bentuknya. Oleh sebab itu, kami akan terus kawal kasus ini sampai semuanya mendapatkan keadilan,” tukasnya.

Syaiful juga mengatakan, karena kejadian masih didepan pagar sekolah dan korban maupun pelaku masih berseragam sekolah dan berasal dari sekolah yang sama, maka pihak sekolah tidak bisa lepas tangan dari kasus ini.(del)