Lawan Kutukan Juara Bertahan

Karim Benzema dan Kylian Mbappe
Karim Benzema dan Kylian Mbappe

PRANCIS masuk gelanggang Piala Dunia 2022 Qatar dengan status juara bertahan. Dengan skuat mewah, Tim Ayam Jantan menjadi salah satu favorit turnamen edisi ke-22 ini. Memiliki nama-nama besar, seperti Kylian Mbappe, Karim Benzema, Hugo lloris, Ousmane Dembele, dan Olivier Giroud.

Prancis tergabung di Grup D bersama Australia, Denmark, dan Tunisia. Di atas kertas, harusnya hanya Denmark yang perlu mereka cemaskan. Namun, pelatih berusia 54 tahun itu tidak mau meremehkan lawannya.

“Kami sadar bahwa tidak ada pertandingan yang akan mudah. Ini adalah kompetisi terberat di dunia dan kami harus memastikan kami tampil lebih baik dari semua lawan kami,” jelas Deschamps.

Selain masalah gelandang dan performa yang sedikit menurun, Prancis juga menghadapi kutukan juara bertahan Piala Dunia. Dalam enam edisi Piala Dunia sebelumnya, juara bertahan tersingkir di fase grup.

Pada Piala Dunia 1950 dan 1966, Italia dan Brasil mengalaminya. Setelah itu, kutukan juara bertahan menimpa Prancis di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea Selatan empat tahun setelah mereka meraih trofi pertamanya di kandang sendiri.

Saat itu, Prancis yang tergabung di Grup A dipermalukan Senegal dan Denmark serta bermain imbang kontra Uruguay. Dengan hanya mengemas satu poin, Prancis finis sebagai juru kunci grup.

Kutukan juara bertahan berlanjut di tiga edisi terakhir; 2010, 2014, serta 2018. Italia yang juara di Jerman pada 2006, sudah harus mengemas koper dan meninggalkan arena Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan hanya memainkan tiga laga fase grup setelah mereka berada di posisi buncit.

Di Piala Dunia 2014, giliran Spanyol yang mengalami pahitnya kisah juara bertahan. Hanya finis ketiga di belakang Belanda dan Cile di Grup B, Tim Matador dipaksa pulang lebih awal dari Brasil.

Sementara pada edisi terakhir di Rusia empat tahun lalu, Jerman menjadi korban kutukan sang juara bertahan. Berada di Grup F bersama Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan, Tim Panzer, julukan Jerman hanya mampu meraih tiga poin dan harus pulang dalam rombongan penerbangan pertama. (amr)