Lelang Randis, Pemkab OI Raup Rp743 Juta

Indralaya, Palpos.- Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI), melelang 36 unit kendaraan dinas (Randis) yang sudah tidak layak pakai. Pelaksanaan lelang tersebut, bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Palembang Sumatera Selatan.

36 unit randis yang dilelang terdiri dari 11 unit kendaraan bermotor dan 25 unit lainnya kendaraan roda empat. Hal itu diungkap langsung, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Solahudin melalui  Kepala Seksi Aset, Tobroni.

Tobroni menuturkan, sesuai dengan aturan dalam pelaksanaan kegiatan lelang pihaknya selalu menggandeng KPKNL.

“Jadi setiap kegiatan lelang kita berkoordinasi langsung dengan KPKNL. Adapun soal harga dan pelaksanaanya itu di tentukan dan wewenang dari mereka (KPKNL, red),” ungkapnya, Rabu (21/9).

Dikatakannya, dari hasil lelang yang digelar Senin (12/9) lalu pihaknya mendapatkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) non pajak sebesar Rp743.829 juta. Jumlah tersebut naik sekitar 50 persen dari lelang tahun sebelumnya sekitar Rp500 juta.

“Alhamdullah pendapatan hasil lelang ini cukup fantastis. Angka ini melonjak sekitar 50 persen dari tahun 2021 yang hanya mendapat sekitar Rp500 juta,” terangnya.

Masih kata Tobroni, kendaraan dinas yang dilelang ini difokuskan kepada kendaraan yang memang benar-benar tidak layak pakai dan rusak berat. “Sesuai peraturan yang ada, kendaraan yang diperbolehkan di lelang yakni kendaraan yang pemanfatanya sudah di atas 7 tahun.

Rata-rata yang kita lelang usianya sudah di atas 10 tahun. Paling muda itu tahun 2013,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, terang Tobroni, pihak KPKNL memberikan dua pilihan yaitu langsung di KPKNL atau di Kabupaten Ogan Ilir. “Kita pelaksanaanya langsung disini. Hal itu agar supaya mempermudah pembeli untuk melihat barang-barang yang menjadi objek lelang.

Karena sebelum masa lelang itu kita ada yang namanya masa analisis, pengenalan atau penjajakan kepada calon konsumen terlebih dahulu,” terangnya.

Tobroni juga mengatakan sebelumnya telah menyurati semua Organisasi perangkat Daerah (OPD) untuk menyerahkan data kendaraan dinas yang akan di lelang.

“Memang ada sebagian yang belum menyerahkan terkait laporan data kendaraan yang akan di lelang. Itu nanti akan masuk di tahun depan,” ucapnya. (sro)