Madu Mampu Sembuhkan Paru-paru


PENELITIAN t
erbaru mengungkap khasiat madu yang bisa menyembuhkan penyakit paru-paru. Namun madu itu bukan sembarang madu. Lantas, apa jenis madu yang terbukti bisa menyembuhkan paru-paru tersebut?

Ilmuwan telah berhasil menemukan cara untuk membunuh bakteri dengan cara yang manis. Temuan ini berpotensi menyelamatkan ratusan ribu pasien dengan kondisi paru-paru yang lemah. Cara yang manis itu adalah dengan menggunakan madu jenis manuka.

Mycobacterium absesus yang sangat resisten terhadap obat, yang juga dikenal sebagai NTM, berasal dari keluarga yang sama dengan tuberkulosis

.Penulis dan juru kampanye Daily Express Carlie Pleasant, yang menderita cystic fibrosis (CF), menjalani tiga tahun yang melelahkan untuk melakukan pengobatan koktail antibiotik tanpa henti untuk mengendalikan penyakitnya.

Diketahui, CF telah memengaruhi 10.800 orang, dengan 13 persen kasus terserang bakteri NTM. Sementara kondisi paru-paru bronkiektasis juga menjadi mangsa NTM dan telah memengaruhi 210.000 penderita.

Untungnya, tim di Aston University, Inggris, telah menemukan kombinasi antibiotik umum amikasin dan madu manuka, yang dikenal karena khasiat obatnya yang benar-benar dapat membunuh bakteri mematikan dan bisa sangat mengurangi efek samping obat.

Para ilmuwan di universitas Birmingham mencampurkan keduanya dalam upaya untuk melawan NTM. Peneliti menggunakan sampel bakteri dari 16 pasien CF yang terinfeksi dan menguji campuran amikasin dan madu manuka untuk mengetahui dosis apa yang diperlukan untuk membunuh bakteri.

Jumlah amikasin yang biasanya digunakan pada pasien NTM biasanya 16 mikrogram per mililiter. Namun, temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Mibrobiology menunjukkan, setelah madu manuka ditambahkan, jumlah amikasin yang dibutuhkan untuk melawan serangga itu hanya dua mikrogram.

“Dengan menggabungkan bahan alami seperti madu manuka dengan amikasin, kami telah menemukan cara untuk membunuh bakteri ini dengan obat delapan kali lebih sedikit daripada sebelumnya,” kata Dr Jonathan Cox, dosen senior mikrobiologi di Universitas Aston, dikutip Express, Kamis (8/9).

Penemuan ini memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas hidup begitu banyak pasien, terutama mereka yang menderita cystic fibrosis. “Kami berharap dapat bergerak menuju uji klinis yang dapat menghasilkan perubahan dalam strategi pengobatan infeksi yang melemahkan ini,” pungkasnya.(chy)