Mahasiswa Unsri Wakili Indonesia di Konferensi ASEAN

Renata Aurellia Alfatiha, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, yang mewakili Indonesia di Ajang Konferensi ASEAN di Thailand


Palembang, Palpos
– Di era pemulihan pasca Covid-19, ASEAN menggelar the 3rd ASEAN Conference on Crime Prevention and Criminal Justice (ACCPCJ) yang berlangsung di Marriott Marquis Queen’s Park Bangkok, Thailand pada 22-24 Agustus 2022. Pada kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan pemuda se-Asia yakni dua Mahasiswa Universitas Sriwijaya wakili Indonesia.

Konferensi ini merupakan Konferensi ASEAN ketiga tentang Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana dengan mengusung tema “Menanggapi Tantangan Kejahatan dan Keadilan di tengah Pemulihan Krisis Covid 19”.

Adapun perwakilan pemuda se-Asia yang sebelumnya telah melalui seleksi dalam kegiatan Asian Law Student’s Association (ALSA) Forum Thailand yang digelar secara online pada 4-7 Agustus 2022 lalu.

Renata Aurellia Alfatiha (mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) dan M. Daffa Chalik Haykal (mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin) menjadi delegasi terpilih mewakili ALSA Indonesia di ajang ACCPJ Thailand bergabung dengan 25 peserta dari negara lainnya.

Saat ditemui, Renata menyampaikan bahwa sangat senang dapat terpilih mewakili Indonesia di forum tersebut dimana dia mendapat kesempatan mempresentasikan ide di hadapan para peserta konferensi mewakili suara kaum muda dengan tema materi  “Future of Justice in the Digitized World”.

“Para peserta juga diberikan pelatihan kepemimpinan professional dan berkesempatan mendapat kunjungan lapangan dan workshop yang diberikan panitia pelaksana acara dari Thailand Institute of Justice (TIJ),” ujarnya.

Renata berharap agar semakin banyak kegiatan yang dapat melibatkan para mahasiswa dan pelajar supaya generasi muda semakin siap dan terasah dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan, khususnya era dimana digitalisasi berkembang pesat.

“Semoga generasi muda jangan takut atau ragu untuk mengikuti berbagai kesempatan berkompetisi karena halangan terbesar kita biasanya adalah diri kita sendiri yang sering ragu dan takut kalah, padahal kemenangan terbesar kita sebenarnya adalah disaat kita mampu menaklukan diri kita sendiri, yakinbahwa kita bisa,” pungkasnya. (nik)