Manajemen Pendidikan yang Baik Menghasilkan SDM Unggul

Dr Riant Nugroho, Ketua Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (Makpi)


JAKARTA
– Ketua Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (Makpi) Dr Riant Nugroho mengatakan perencanaan manajemen pendidikan yang baik dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mutu pendidikan yang baik.

“Kalau kita melihat manajemen pendidikan Indonesia, berarti kita berbicara perencanaannya, penyelenggaraannya, dan pencapaiannya,” ucapnya dalam webinar bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertema “Tren Pendidikan Masa Depan: Peluang dan Tantangan” di Jakarta, Selasa (04/10).

Ia mengatakan, untuk perencanaan bisa dilihat apakah sudah sesuai konstitusi, Undang-Undang Pendidikan, dan visi presiden. Kemudian penyelenggaraannya dilihat dari pelaksanaan dan pengendaliannya.

Pencapaian dari penyelenggaraan yang baik, menurut dia, akan terlihat berupa mutu pendidikan yang sesuai dengan harapan konsumen.

“Perencanaan, penyelenggaraan, dan pencapaian itu kita terapkan pada objek penelitian nasional yaitu Kemendikbudristek, daerah, dan satuan pendidikan,” katanya.

Ia mengatakan, wakil presiden menekankan perlunya generasi milenial memiliki SDM yang unggul. Dengan itu generasi penerus dapat menciptakan berbagai inovasi dan bersaing secara global.

Beberapa kriteria SDM unggul menurut pemerintah adalah sehat, cerdas, produktivitas tinggi, menghasilkan manfaat, memiliki semangat berkompetisi, cinta Tanah Air dan berakhlak mulia.

Menurut Riant, untuk mencapai itu semua harus ada koordinasi dari beberapa pihak agar terwujud kualitas pendidikan yang baik dan tercapai SDM unggul.

“Perlu ada lembaga independen, bisa dari pemerintah, yang bisa mengukur pencapaian tujuan tersebut,” ucap Riant.

Selama ini, menurut dia, pendidikan Indonesia menghadapi kecanduan teknologi dan cenderung terburu-buru dalam melakukan perubahan.

“Kita dituntut serba cepat, infrastruktur harus modern dan kecanduan terhadap perubahan. Padahal organisasi yang paling bagus di dunia adalah organisasi yang tidak banyak berubah,” ucap Riant.

Sebagai referensi, Riant ingin Indonesia bisa mencontoh negara Eropa dalam menanamkan ilmu dan nilai serta tidak banyak melakukan perubahan.

“Silahkan lihat negara terbaik pendidikannya di dunia seperti Swedia, Belanda, Jerman, dan Jepang. Mereka mempunyai konsistensi, paling berubah mengganti kata-katanya saja,” ucap Riant. (nik/ant)