Mantan Bupati OI Diperiksa 4,5 Jam

Mantan Bupati OI, Ilyas Panji Alam diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi dana hibah Bawaslu 2019, kemarin. FOTO : ISRO ANTONI-PALPOS


Terkait Dana Hibah Bawaslu

INDRALAYA –  Mantan Bupati Ogan Ilir (OI) Ilyas Panji Alam diperiksa selama 4,5 jam oleh Kejaksaan Negri (Kejari) Ogan Ilir, kemarin.

Eks orang nomor satu di Ogan Ilir ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Bawaslu tahun 2019.

Ilyas tiba di Kejari Ogan Ilir sekitar pukul 10.00 WIB dan keluar sekitar pukul 15.30 WIB. Kepada awak media yang sabar menunggu, Ilyas mengaku pemanggilanya itu untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi dana hibah bawaslu.

“Aku dipanggil biaso bae, ditanyo apo yang aku tahu. Soal dana hibah bawaslu. Tadi cuma ngobrol-ngobrol bae,” kata Ilyas ketika keluar dari Kantor Kejari hendak menuju mobilnya.

Masih menurut Ilyas, pertanyaan yang diajukan kepada dirinya tak lebih dari 50 pertanyaan.  Pertanyaan tersebut hanya seputar dana hibah.

 “Saya koperatif. Kalau tidak koperatif, mana mungkin saya datang. Mudah-mudahan tidak dipanggil lagi. Kalau tidak korupsi ngapain takut,” ujar Ilyas sembari masuk ke mobilnya.

Sementara Kepala Kejari Ogan Ilir Nur Surya melalui Plh Kasi Intel, Eko Nurliyanto mengatakan pemanggilan  mantan Bupati Ilyas terkait MPHD soal penyaluran dana hibah bawaslu.

 “Yang pasti yang ditanyakan penyidik itu terkait mekanisme penyaluranya. Karena beliau selaku sumber dan yang menandatangani penyaluran,” kata Eko.

Disinggung  seputar pertanyaan penyidik,  Eko enggan menjelaskan lebih jauh. Yang jelas, katanya,  terkait kasus dana hibah Bawaslu Ogan Ilir.

 “Untuk pemanggilan kembali terhadap saksi nanti adalah wewenang penyidik. Kalau memang masih ada yang dibutuhkan, maka kita akan panggil kembali,” jelasnya.

Ditambahkan Eko, nilai kerugian atas kasus tersebut pihak kejari belum mau membuka ke publik. Kendati nilai kerugian negara telah ada hasil audit dari BPK RI.

“Nanti kita rumuskan dulu. Kita klarifikasikan dengan saksi-saksi baru kemudian bisa kita umumkan,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Eko, belum ada nama yang telah ditetapkan tersangka. Meski telah ada beberapa nama  diperiksa dalam kasus tersebut.

“Terkait (penetapan)  kita masih menunggu perintah pimpinan. Untuk saksi kita masih perlu dalami dulu ya apakah sudah cukup atau masih ada tambahan saksi,” tutupnya. (sro)