Mantan Kades Terjerat Korupsi Dana Desa

Tersangka Sukri kembali harus merasakan bui, lantaran dugaan korupsi dana desa. FOTO : ROMI-PALPOS


SEKAYU
– Belum bebas dan masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sekayu atas kasus pembunuhan. Sukri alias Anang (44) mantan Kepala Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba kembali terjerat kasus tindak pidana korupsi.

Mantan Kepala Desa Periode 2009-2015 ini terjerat kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun  2014 senilai Rp 1.129.047.400.

“ADD tahun 2014 di Desa Tampang  Baru dicairkan mantan kades ini senilai lebih Rp 1 miliar. Di mana dalam penggunaan dananya yang seharusnya untuk operasional belanja fisik konstruksi. Namun, tidak sesuai dengan daftar usulan rencana pembangunan program ADD. Sehingga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 233 juta lebih,” kata Kapolres Muba AKBP Siswandi didampingi Kasi Humas AKP Susianto, Kasatreskrim AKP Dwi Rio Andrian,  Kanit Pidkor Ipda Budi Mulya saat  press rilis di Mapolres Muba, kemarin.

Dijelaskan mantan Kapolres Prabumulih ini, hari ini penyidik juga telah menyelesaikan kasusnya dan telah P.21. “Ya hari ini sudah P.21, tersangka dan barang bukti akan kita serahkan ke JPU,” beber Siswandi.

Ditambahkan Siswandi, kasus korupsi ini butuh waktu dan proses panjang dalam pengungkapan. Meski dugaan korupsi ini terjadi 8 tahun yang lalu.

“Tersangka ini juga telah dihukum atas kasus lainnya, ” kata Siswandi.

Siswandi menegaskan atas perbuatan tersangka.  akan  dijerat  pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 subsider pasal 3 jo pasal 18 lebih subsider pasal 8 jo pasal 18 lebih subsider pasal 9 jo pasal 18 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar, ” tutupnya.

Sementara itu, tersangka Sukri mengaku dan bertanggungjawab untuk kegiatan menggunakan dana ADD itu.

“Ya, aku selaku Kepala Desa Tampang Baru pada saat itu. Saya kooperatif dan siap untuk bertanggungjawab dalam kasus ini,” pungkasnya. (omi)