Memacu Adrenaline di Belanting River Tubing


BELANTING
River Tubing yang berada di Desa Kelumpang, Kecamatan Ulu Ogan menjadi destinasi baru di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan. Wisata ini kini menjadi pilihan yang paling diminati dan aman untuk kategori keluarga.

Lokasinya berjarak sekitar 70 kilometer dari Kota Baturaja atau sekitar 2 jam perjalanan ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Buka setiap hari dari pukul 07.30-16.00 WIB, kecuali Jumat tutup.

Adapun biaya per trip Rp 50 ribu dapat dokumen foto-foto, video dan 1 gelas kopi hangat setelah Belanting. Bagi yang ingin makan di rest area tapi tidak membawa bekal ada paket makan dengan tarif Rp 75.000 dengan fasilitas sama. Pesertanya sendiri tetap dibatasi 10 orang per /trip.

Aktivitas wisata yang dilakukan di medan sungai yang mengalir cukup deras ini dengan menggunakan sarana atau alat yang digunakan ban karet (ban mobil) untuk menghanyut ke bagian hilir ini dalam bahasa setempat (bahasa Ogan –red) disebut nyut anyutan.

Koordinator Belanting River Tubing Kelumpang Darul Kutni menjelaskan, Belanting River Tubing Kelumpang baru dipopulerkan pada Mei 2021 lalu.

Meskipun wisata ini masih terbilang baru, namun peminatnya sudah cukup banyak khususnya yang senang dengan olahraga di air yang memacu adrenalin.

Menurut Darul Kutni, Belanting River Tubing Kelumpang pas untuk keluarga, serta untuk anak-anak usia minimal 7 tahun aman untuk uji adrinalin.

Sementara untuk para remaja putri atau ibu-ibu yang belum pandai berenang tidak perlu khawatir karena ada pemandu yang akan mendampingi selama menempuh arus 2 KM atau sekitar 2 jam di River Tubing.

Dipandu oleh crew – crew yang profesional dan berpengalaman peserta Belanting akan aman. Ada 24 pemandu tetap dimana tiga diantaranya srikandi (puteri) yang semuanya sudah mengikuti pelatihan seputar River Tubing dibawah instruktur berpengalaman di Indonesia. “Belanting River Tubing di Kelumpang ini masuk kategori aman untuk keluarga,” tegas Darul Kutni.

Darul mengatakan, kata Belanting yang disematkan di depan River Tubing ini berisi pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat yang mendiami sepanjang aliran Sungai Ogan. Menurut Darul , Belanting singkatan dari BERSAMA LINDUNGI ALAM HUTAN dan LINGKUNGAN” .

Tak heran Belanting River Tubing Kelumpang binaan dari PGE (Pertamina Geothermall Energi) Lumut Balai ini langsung tancap gas. Di saat weekend peserta yang menikmati serunya river tubing bisa mencapai 100 orang per hari. Air yang jernih dan babatuan besar dengan arus yang deras didukung panorama yang diindah.

Di sepanjang jalur river tubing Sungai Ogan masih sangat asri dengan pohon-pohon hijau serta sawah petani dan perkebunan rakyat menjadi daya tarik sendiri untuk berwisata di sini.

Darul berharap, kehadiran Belanting River Tubing di Desa Kelumpang mampu membawa perubahan yang menggembirakan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah paling Barat Kabupaten OKU ini.

“Kami memiliki mimpi suatu saat Desa Kelumpang akan menjadi terkenal karena potensinya, prestasinya, keelokan tutur sapa dan budayanya,” kata Darul.

Berangkat dari cita-cita mulia itulah guru olahraga SD Negeri 128 OKU mengkoordinir anggota Karang Taruna Desa Kelumpang untuk membuat program yang dinilai bisa mendorong percepatan perubahan Desa Kelumpang. Didapatlah ide untuk memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam) Sungai Ogan yang memiliki potensi wisata air dengan didukung oleh arus sungai jernih dengan bebatuan besar lengkap dengan jeram-jeram cocok untuk kategori keluarga.

Menurut pria kelahiran Desa Kelumpang 12 September 1976 ini, panorama desa memang indah, sejauh mata memandang terlihat pohon-pohon menjulang tinggi di sepanjang jalur Sungai Ogan yang dilintasi River Tubing. Potensi alam yang merupakan anugrah dari sang pencipta ini harus benar-benar dimanfaatkan dan dikelola dengan baik dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistim yang ada.

Bak gayung bersambut, ide kreatif pemuda Desa Kelumpang ini disambut baik oleh PGE (Pertamina Geothermall Energi) Lumut Balai. Sebagai salah usaha kreatif binaan PGE dikelola secara profesional oleh pemuda/pemudi setempat. Dilengkapi fasilitas standar seperti alat-alat Belanting, pelampung, helm, ruang ganti, ruang tunggu dilengkapi juga perlatan masak dan kamping. Yang paling utama dan tak kalah pentingnya adalah jaminan keamanan dan kenyaman peserta Belanting River Tubing.

Suami dari Zuria menuturkan, sejak kehadiran River Tubing sudah terasa membawa perubahan desa yang berpenduduk 1.300 jiwa yang ini. Dulunya Air Sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan segala kotoran termasuk BAB. Namun berangsur-angsur kebiasaan sudah berubah, masyarakat sudah menyadari pentingnya menjaga kelestarian sungai untuk keberlangsungan hidup.

Sekarang sudah tidak ada lagi yang membuang sampah dan BAB di sungai. Kemudian dengan memberdayakan pemuda-pemudi desa, saat ini puluhan pemuda setempat sudah memiliki penghasilan Rp 26.000 sampai Rp 100.00/hari,” katanya bangga. (len)