Membebani Anggaran

Drs Bagindo Togar Butar Butar


SOAL
wacana pemberian pensiun seumur hidup bagi anggota DPR RI dan DPD RI, mendapat tanggapan Pengamat Sosial dan Politik, Drs Bagindo Togar Butar butar. Dikatakannya, pejabat negara dan masa jabatannya juga hanya 5 tahun, harusnya pemerintah cukup memberikan uang penghargaan kepada mereka, tanpa harus membebani negara dengan uang pensiun, apalagi sampai ke anak.

Kecuali untuk anggota dewan yang telah menjabat 2 atau 3 periode. Masih bisa dimaklumi. Karena untuk pengabdian selama 5 tahun, belum banyak hasil yang bisa dimanfaatkan negeri ini,” ujar Bagindo, Senin (29/8).

Sebagai gambaran lanjut Bagindo, dalam satu periode ada 575 anggota DPR RI. “Nah, bila dari jumlah itu hanya separuhnya saja yang terpilih kembali, maka bisa dibayangkan berapa besaran dana yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membayar pensiunan wakil rakyat ini,” ujarnya.

Dari situ saja lanjut Bagindo, sudah masuk pemborosan. “Sekarang Menteri Keuangan Sri Mulyani malah berencana untuk membayar langsung,” terangnya. Pada kesempatan yang sama, Bagindo juga mempertanyakan sikap pemerintah saat ini, yang terkesan sangat memanjakan pejabat politik terutama ditingkat pusat.

“Mengapa sekarang pemerintah begitu mengapresiasi secara berlebihan pejabat politik negeri ini. Sementara apa yang mereka berikan pada negara ini, tidak sebanding dengan uang negara yang diberikan kepada mereka pejabat politik tersebut,” ujar Bagindo.

Padahal kata Bagindo, banyak kelompok lain yang justru lebih membutuhkan perhatian dan anggaran dari pemerintah, seperti petani, nelayan, buruh, wartawan dan lainnya.

“Mereka ini yang harusnya mendapat pehatian lebih. Bukannya pada anggota DPR RI yang secara moral dan keuangan sudah lebih,” ucapnya.

Sikap pemerintah ini lanjut bagindo, menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

“Apa yang dilakukan pemerintah saat ini menimbulkan tanda tanya. Ada apa sebenarnya, apa ada sesuatu yang besar yang mereka sembunyikan. Atau ada sesuatu yang ditakutkan pemerintah, agar DPR RI tidak membuka masalah tersebut secara terang benderang,” jelas Bagindo. (del)