Membentuk Karaker Siswa


SMPN 5 Budayakan Salat Zuhur Berjamaah

PALEMBANG – Membentuk karakter siswa berakhlak mulia dan beriman, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Palembang membiasakan siswa untuk melaksanakan salat zuhur berjamaah.

Kepala SMP Negeri 5 Palembang, Nursiah Lelawati mengatakan, salat zuhur berjemaah ini sudah sejak lama diterapkan di sekolah, jauh sebelum dirinya bertugas di SMP Negeri 5 Palembang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program Imtaq di sekolah. Sebelum melaksanakan solat kegiatan pembukaan diawali dengan ucapan slam dan basmalah pembacaan ayat-ayat pendek, asma’ul husna, pembacaan surat yasin,” terang Nursiah. (2/4/9)

Program salat zuhur berjemaah sekolah wajib diikuti oleh seluruh warga sekolah, bagi siswa putri yang berhalangan, pihak sekolah telah memberikan kebebasan untuk tidak mengikuti salat. Meskipun musala tidak mencukupi untuk menampung seluruh siswa, namun tidak menjadi halangan pihak sekolah dan siswa untuk melaksanakan kegiatan itu.

“Kita laksnaakan di teras di depan kelas, bisa cukup,” paparnya.

Program ini, kata Nursiah, disambut oleh seluruh warga sekolah dengan penuh antusias. Orang tua wali murid pun mendukung penuh kegiatan ini.

“Kegiatan salat zuhur ini dilaksanakan setiap hari kecuali hari Jumat,” katanya.
Sementara siswi yang berhalangan, dikumpulkan didalam satu kelas kemudian nama yang berhalangan pun akan dicatat dalam satu buku khusus.

“Ini dilakukan untuk menghindari agar siswa tidak menjadi alasan untuk tidak salat dari catatan inilah kita tau berapa hari mereka tidak ikut salat,” katanya.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Palembang melaksanakan pembiasaan salat zuhur berjamaah bagi peserta didiknya. Pembiasaan ini dilakukan untuk membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang disiplin dan berakhlak baik.

Kepala SMP Negeri 5 Palembang,Nursiah Lelawati mengatakan, salat zuhur berjemaah ini sudah sejak lama diterapkan di sekolah, jauh sebelum dirinya bertugas di SMP Negeri 5 Palembang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program Imtaq di sekolah ini. Sebelum melaksanakan solat kegiatan pembukaan diawali dengan ucapan slam dan basmalah pembacaan ayat-ayat pendek, asma’ul husna, pembacaan surat yasin,” terangnya.

Nursiah mengatakan, program salat zuhur berjemaah yang diterapkan di sekolah wajib diikuti oleh seluruh warga sekolah, bagi siswa putri yang berhalangan, pihak sekolah telah memberikan kebebasan untuk tidak mengikuti salat.

“Hanya saja musala tidak mencukupi untuk menampung seluruh siswa, sehingga kita juga memakai pelataran atau teras di depan kelas,” imbuhnya.

Program ini, kata Nursiah, disambut oleh seluruh warga sekolah dengan penuh antusias. Orang tua wali murid pun mendukung penuh kegiatan ini.

“Kegiatan salat zuhur ini dilaksanakan setiap hari kecuali hari Jumat,” katanya.

Mereka yang berhalangan kata Nursiah dikumpulkan didalam satu kelas kemudian nama yang berhalangan pun akan dicatat dalam satu buku khusus, hal ini tak lain untuk menghindari agar siswa tidak menjadi alasan untuk tidak salat dari catatan inilah kita tau berapa hari mereka tidak ikut salat,” ujarnya.

“Alhamdulillah, kegiatan pendidikan karakter religius salat berjemaah ini bagi anak didik di sekolah ini terbilang berhasil, perubahan sikap dan akhlak terlihat sangat signifikan,” pungkasnya. (nik)