Mengalami Traumatik

Asiawatie


Asiawatie  –
Psikolog)

 TIDAK ditahannya istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang tidak ditahan karena alasan anaknya yang masih kecil. Selain itu PC tetap keukeh mempertahankan pernyataannya jika dirinya dilecehkan oleh almarhum Brigadir Jhosua.

Hal ini membuat salah seorang Psikolog, Asia Sulastri angkat bicara. Dirinya mengatakan, bahwa hal yang dilakukan oleh PC hanya untuk mempertahankan alasannya agar tidak membuat orang-orang mencurigainya.

 “Itu hanya untuk mempertahankan alasan, jika dia memberikan alasan lain nanti malah akan membuat curiga. Makanya untuk mempertahankannya itu, dia tetap dengan pendiriannya mengucapkan alasan itu,” kata Asia.

Asia menjelaskan, alasan tersebut tidak akan pernah PC ubah karena jika terlalu banyak alasan akan membuat orang-orang jadi mencurigainya.

“Kalau dalam Psikolog, istilahnya jangan sampai apa yang kita sampaikan itu berubah-ubah. Jadi kalau dia bertahan dengan alasanya itu membuat orang lebih percaya dengan point yang dia sebutkan,” jelasnya.

Menurut Asia, hal tersebut juga demi menjaga harga dirinya. “Jadi dia tidak akan pernah merubah alasan itu, dia lebih baik mempertahankan apa yang dia ucapkan pertama kali dibandngkan harus mengubah-ubah alasan lagi. Karena hal itu bisa menyebabkan urusa makin panjang nantinya, bisa dibilang dia mempertahankan itu juga demi harga dirinya,” ucapnya.

Asia juga menuturkan bahwa selain itu ada pilihan lain, seperti memilih diam dan tidak bicara apapun.

 “Atau dia bisa juga diam dari pada berterus terang, kerena kalaupun dia mau merubah masalah awal dia pasti akan mencari celah lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut Asia membeberkan, dalam segi kejiwaan bisa saja PC mengalami traumatik. “Untuk masalah kejiwaan kan dia masih dalam pemeriksaan, tapi memang bisa saja mengalami traumatik karena pemeriksaan. Tapi kalau traumatik karena itu, cirinya ga seperti dia,” bebernya.

“Kalau mau lebih pasti ya harus ada pemeriksaan lebih dalam, karena biasanya orang yang terkena trauma itu biasanya tertutup, cemas berlebihan. Itu kan kita lihat dia biasa saja, kalau korban pelecehan itu juga lebih menutup diri dari lingkungkan,” tukasnya. (tia)