Mengatasi Wasir Saat Hamil


WASIR
karena kehamilan dapat secara bertahap sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan. Ibu hamil (bumil) dapat mencoba banyak pengobatan rumahan dan modifikasi gaya hidup untuk mengurangi wasir.

Namun, seorang wanita dapat meredakan gejalanya dengan mengonsumsi lebih banyak serat dalam makanan dan melakukan senam kegel. Selain itu berbaring di sisi kiri, menggunakan bantal donat serta mengonsumsi suplemen serat,

Bumil juga bisa meredakan wasir dengan menggunakan pelunak feses, minum obat pencahar ringan dan kompres es atau kompres dingin.

Jika bumil mengalami wasir, jangan mengabaikannya. Wasir yang tidak diobati dapat memburuk seiring waktu dan menyebabkan komplikasi serta meningkatnya rasa sakit. Dalam kasus yang jarang terjadi, bumil dapat mengalami anemia akibat pendarahan.

“Anda mungkin perlu menghubungi profesional kesehatan untuk mendiagnosis dan mengobati wasir. Karena wasir bukan satu-satunya penyebab pendarahan di dekat anus, ada baiknya selalu membicarakan dengan dokter jika melihat pendarahan baru saat menyeka atau di tinja,” kata Henigsman dikutip dari Healthline.

Bumil sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum minum obat apapun, termasuk yang hendak dioleskan ke kulit (topikal). Tujuannya untuk memastikan perawatan yang bumil lakukan tidak berisiko ke bayi.

Perawatan over-the-counter atau resep topikal dapat membantu wasir. Obat-obatan ini sering kali mengandung bahan pereda nyeri atau anti-inflamasi.

Misalnya saja krim atau salep yang mengandung hydrocortisone-pramoxine bisa sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit, peradangan, dan gatal-gatal yang disebabkan oleh wasir. Tetapi bahan-bahan ini mungkin tidak aman untuk kehamilan. Pastikan untuk mendiskusikannya dengan dokter.

Dokter mungkin juga dapat merekomendasikan pencahar yang aman atau supositoria untuk meredakan sembelit.(*/chy)