Menyengsarakan Rakyat

Mgs H Syaiful Fadli ST


Mgs. Syaiful Fadli, ST – DPRD Sumsel 

WAKIL Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Syaiful Fadli mengatakan jika dirinya juga menolak keras ke-naikan BBM yang dibuat oleh pemerintah. Menurut-nya, hal tersebut dapat menyengsarakan rakyat.

“Ini sering saya sampaikan ke media ya, kondisi masyarakat kita ini sampai hari ini belum pulih dari pandemi Covid, artinya belum terlalu kuat. Nah kalau terjadinya kenaikan BBM ini akan semakin memper-buruk kondisi apa yang ada di masyarakat sekarang,” kata Syaiful.

“Alasan untuk menaikan BBM dengan dalih tidak tepat sasaran dan lain-lain adalah alasan yang dibuat-buat menurut saya,” lanjutnya.

Menurutnya, mau bagaimanapun negara ini pu-nya kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya.

“Negara ini ada tidak adanya subsidi ini memang kewajiban negara untuk memberikan kesejahteraan terhadap rakyatnya. Jadi artinya kangan berdalih dengan salah sasaran, kemudian pemerintah men-cabut subsidi,” ucapnya.

Dirinya menuturkan, kenaikan BBM mencapai 31 persen. Dan pasti kedepan akan diikuti oleh kenaikan yang lainnya.

“Dampaknya dari kenaikan BBM ini adalah inflasi, BBM ini kan naiknya 31 persen. Ini kan luar biasa dampak dari kenaikan BBM ini akan dikuti ke-naikan bahan pokok, kenaikan transportasi, ini ter-masuk ke dalam industri,” tuturnya.

Industri sudah berat untuk membeli bahan bakar, khawatirnya nanti akan mengalami pemutusan hub-ungan kerja oleh perusahaan-perusahaan yang tidak sanggup lagi produksinya karena bahan bakar yang tinggi.

“Artinya poin-poin itu tadi untuk saya pribadi menolak kenaikan ini, seperti yang saya sampaikan pada saat rapat paripurna kemarin,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya berkata, bahwa akan terus menyuarakan hak-hak rakyat. “Kita akan terus suara-kan meski sudah diketuk palu, tapi rakyat terus ber-suara, adik-adik mahasiswa bersuara. Kami juga di DPRD mendengarkan,” lanjutnya.

Dirinya berharap, agar pemerintah pusat teruta-ma DPR RI dapat membuka mata dan telinga untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Kita berharap kawan-kawan DPR RI bisa mem-buka mata dan telinga dengan kondisi yang ada di masyarakat sekarang. Karena keputusan untuk mem-batalkan kenaikan BBM itu ada di Pemerimtah pusat atas dorongan DPR RI, jadi kita ramai-ramai ke DPR RI untuk bersuara. Jangan cuma fraksi-fraksi PKS yang bicara, fraksi yang lainnya kemana,” pungkasnya. (tia)