Muhammad Faisal Dea Resmi Jabat Rektor UNISKI

Prosesi pelantikan Muhammad Faisal Dea sebagai rektor UNISKI, Sabtu (12/11). foto : ist


PROFESOR
Dr. Ir. H. Muhammad Faisal Dea resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Ogan Komering Ilir (UNISKI) periode 2022-2026, setelah dilantik oleh Ir. H. Ishak Mekki, MM, Sabtu (12/11).

Muhammad Faisal Dea menggantikan rektor sebelumnya, almarhum Dr. Ir. H. Moh Rasyid Ridho MSi yang meninggal dunia pada Senin (19/09/2022) yang lalu.

Bersamaan juga dilantik Dekan Fakultas Perikanan yang dijabat oleh Dr. Muslim, S.PI, MSi.

Ir. H. Ishak Mekki, MM selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam Bende Seguguk Kayuagung (YPIBSK) mengatakan, UNISKI berdiri sejak tahun 2007 lalu. Di mana dahulu masih berdiri di eks Kantor Bupati OKI lama milik Pemerintah Daerah OKI.

“Sekarang Alhamdulillah. Biarpun belum lengkap sepenuhnya, namun kita sudah bisa mendirikan kampus sendiri. Memang UNISKI ini dilihat dari tahun berdirinya sudah cukup lama, tapi masih banyak kekurangan di sana-sini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, baik itu soal penataan belajar mengajar, penataan keuangan, managemen, kemahasiswaan,  dan lain-lain. Dirinya yakin, dengan adanya rektor dan dekan baru serta dekan dan dosen lainnya akan mampu untuk terus berbenah dalam meningkatkan kualitas maupun sistem managemen perkampusan.

“Kami sangat bangga karena dipimpin oleh seorang profesor yang tentu sudah sangat berpengalaman, ini menambah nilai positif untuk kampus UNISKI. Selain itu, Prof Faisal sudah berpengalaman di kampus Universitas Sriwijaya, sehingga saya yakin dia mampu meningkat dan mensejajarkan dengan universitas-universitas lain di Sumsel,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, UNISKI bisa dikatakan sebagai kampus termurah se-Indonesia. Namun bukan berarti murahan, harus berkualitas dan mampu bersaing dengan kampus lain. Dengan harapan menurutnya, masyarakat OKI bisa terbantu dalam melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

“Dan harapan kita, nanti UNISKI bisa bekerja sama dengan Pemda OKI, entah itu penelitian atau bentuk lainnya. Pemda semestinya bisa memanfaatkan SDM UNISKI karena tidak semua kabupaten ada universitasnya. Sehingga sayang sekali, kalau tidak dimanfaatkan momentum dan kesempatan ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Faisal Dea menyampaikan sesuai pembinaan dari Dewan Pembina Yayasan, bagaimana supaya kinerja dari UNISKI itu akan meningkat.

“Baik itu dari output maupun input sendiri. Memang itu dipengaruhi adanya input dari mahasiswa, kualitas dosen, dan juga prosesnya. Jadi proses ini juga akan menentukan,” terangnya

“Tadi dikatakan UNISKI ini ialah kampus termurah se-Indonesia. Namun, bukan berarti kita akan menyerah dengan kondisi seperti ini. Tapi kita harus meningkatkan melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas dari proses itu sendiri,” terangnya.

Masih katanya, orientasi mereka terhadap pemanfaatan sumber daya yang ada. Dan menurutnya, dengan Pemda OKI, ini suatu kesempatan mereka kedepannya untuk bersinergi.

“Artinya kita UNISKI itu adalah sebagai Problem Solver. Jadi menyelesaikan masalah khususnya di OKI dan bukan menjadi masalah. Dengan kinerja sepeti itu, kita ingin meningkatkan SDM, khususnya di OKI,” jelasnya.

Kemudian dilanjutkannya, karena UNISKI merupakan universitas Islam, berarti nuansa Islami itu harus menonjol. Jangan sampai nanti kita mendengar adanya, mahasiswa-mahasiswa diluar dari kaidah agam Islam.

“Kalau zaman dahulu dikatakan otaknya Jerman, tapi hatinya hati Mekkah. Sehingga jangan sampai alumni kita ini menjadi cemoohan, hujatan masyarakat, tapi menjadi sebagai suatu SDM yang handal. Menyelesaikan masalah bukan menjadi sumber masalah yang baru,” imbuhnya.

Lebih jauh  dia mengharapkan supaya pemerintah daerah OKI, masyarakat sekitar, dan yayasan untuk saling bekerjasama. Karena baginya, tidak ada sesuatu yang tidak bisa dikerjakan, asal dengan niat yang tulus, menggunakan potensi yang ada dan melihat ke depan.

“Apalagi sekarang ini kita adalah merdeka belajar, kampus merdeka. Itu adalah program pemerintah yang mau tidak mau kita harus ikuti. Sehingga nanti, tidak hanya hard skill yang meningkat tetapi juga soft skillnya. Misalnya, tidak hanya kecerdasan intelektual yang harus kita kejar, melainkan juga kecerdasan spiritual, komunikasi, bahasa, sosial, dan sebagainya,”pungkasnya.

Adapun yang turut hadir dalam pelantikan tersebut diantaranya Perwakilan Rektor Universitas Sriwijaya, Prof Dr Ir M Said MSc ; Pemda OKI yang diwakili kepala Dinas Pendidikan ; para Muspida OKI ; Ketua YPIBSK, Dr H Abdul Gofar SPd MSi, mahasiswa dan Mantan Rektor UNISKI, serta tamu undangan lainnya. (ian/adv)