Mulai Berani Bicara Kans Juara!

Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo. Foto: ist


JEPANG
– Francesco Bagnaia, rider Ducati mulai berani berbicara soal peluang juara dunia MotoGP tahun ini. Hal ini mengacu pada hasil yang ia raih dalam beberapa balapan terakhir.

Sampai MotoGP Jerman pada 19 Juni silam, peluang Bagnaia untuk menjadi juara terbilang kecil. 10 seri berlalu, ia baru mengumpulkan 81 poin, tertinggal 91 poin dari Fabio Quartararo. Ia juga saat itu sudah crash empat kali dalam balapan.

Namun di lima seri berikutnya, Bagnaia bangkit. Ia meraih empat kemenangan beruntun di Belanda, Inggris, Austria, dan San Marino serta menjadi runner-up di Aragon pekan lalu. Total 120 poin berhasil ia kumpulkan.

Sementara perolehan poin Quartararo mulai melambat. Ia hanya sekali naik podium, yakni posisi dua di Austria. Sisanya ia gagal podium, bahkan dua kali gagal finis, sehingga hanya mengumpulkan 39 poin.

Dengan MotoGP 2022 menyisakan lima seri, Francesco Bagnaia kini hanya tertinggal 10 poin saja dari Quartararo (201 berbanding 211 poin). Hasil-hasil bagus belakangan ini kemudian memunculkan optimisme dalam diri pebalap Ducati itu.

“Sekarang situasinya lebih jelas. Jarak kami sudah dekat. 10 poin adalah jarak terdekat sejak awal musim ini. Jelas saya akan mulai berpikir soal gelar, tapi tak terlalu banyak,” ujar Bagnaia, dikutip Crash.

“Saya hanya akan fokus dengan kerja saya. Balapan di Jepang tak akan mudah, tak ada banyak waktu untuk beristirahat dan memperbaiki motor, jadi sekali lagi tak akan mudah.”

“Kami sadar motor kami perlu waktu lebih banyak untuk dipersiapkan (jelang balapan) lebih lama ketimbang para kompetitor. Tapi saya yakin kami bisa tampil kompetitif dan saya akan mencoba bekerja seperti biasanya dan menyelesaikan balapan sesuai target kami,” jelas Francesco Bagnaia. (dts)