MUTU TURUN ATAU PERMAINAN?


BBM Pertalite Dikeluhkan

Boros Usai Harga Dinaikan

PASCApemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi muncul keluhan pengguna kendaraan yang menkonsumsi BBM Pertalite. Pasalnya, pertalite saat ini dinilai boros. Selain itu warga pertalite tidak seperti biasanya yang agak lebih hijau dari sebelumnya.

“Memang dirasa boros setelah dinaikan. Entah bagaimana ini bisa terjadi, cepat sekali menguap. Pokoknya agak berbeda jika dibanding sebelumnya,” ujar Lia, salah seorang warga Kota Palembang yang sehari-harinya menggunakan mobil untuk bekerja, Kamis (29/9)..

Oleh sebab itu, dirinya berharap agar adanya penanganan dari pihak Pertamina kenapa bisa terjadi pemborosan yang sangat dirasakan dari sebelumnya. Senada dikatakan Andre, warga Kota Palembang lainnya.

“Kalau saya lihat warnanya juga agak berbeda. Inia gak lebih hijau, sedangkan sebelumnya jernih ke hijau-hijauan. Kalau boros memang sangat terasa. Kenapa ini bisa terjadi, sudah harganya naik, ternyata boros lagi. Apa mungkin ada permainan,” tandas pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta ini, dengan penuh tanya.

Sedangkan Tedi, warga Kota Palembang lainnya pengguna kendaraan roda empat mengatakan, dirinya menilai ada penurunan mutu pertalite dari sebelumnya. “Karena jelas sekali pemborosannya. Ada apa ini?. Padahal sebelumnya pertalite termasuk daya serapnya hemat sama dengan bensin,” ucapnya.

Untuk kata dia, harusnya Pertamina turun tangan mengatasi hal ini termasuk juga pemerintah pusat. “Langkah dengan mengecek di SPBU menurut saya selaku konsumen perlu dilakukan agar jangan ada kerugian warga yang kedua kali. Sudah harganya mahal, eh boros pula dengan mutu atau kualitas turun,” ujarnya.

Sementara Aan, salah seorang pengguna kendaraan roda empat warga Alang-alang Lebar Kota Palembang mengatakan, saat pemerintah sudah memutuskan menaikan harga BBM bersubsidi, harusnya pertamina sudah siap menberikan jaminan baik mutu maupun kuota atau persediaan BBM Pertalite di SPBU.

“Selain boros, persediaan BBM Pertalite di SPBU terkadang masih juga terbatas. Malah ada yang habis. Artinya belum ada jaminan baik mutu maupu persediaan. Ini dinamakan masyarakat dikecewakan 2 kali,” tandasnya.

Ati, yang juga warga Kota Palembang juga mengeluhkan borosnya BBM Pertalite. “Heran memang, koq bisa boros (Pertalite,red). Padahal kalau memang tak berubah dan mutu BBM pertalite tetap sama dari sebelumnya tidak akan terjadi begini (boros,red),” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan yang diambil haruslah disertai dengan peningkatan mutu dan layanan yang baik agar masyarakat selaku konsumen tetap merasa ada jaminan. “Kalo gini, bagaimana pemerintah menjamin. Kita harap selaku konsumen, pemerintah dapat melakukan persiapan sedemikan rupa agar tidak terjadi penurunan mutu jika telah diputuskan untuk dinaikan,” tandas dengan nada kecewa.

Sedangkan Iwan, salah seorang warga Kota Sekayu mengakui, saat ini Pertalite lebih cepat habis, kalau dipakai sangat berbeda dengan sebelumnya.

“Ya, kenapa ya?, apakah mungkin tingkat mutu pertalite sekarang lebih memuai, cepat habis,” ujarnya. Senada dikatakan Anton, warga Sekayu lainnya pengguna sepeda motor. Dimana dirinya merasa BBM Pertalite lebih cepat habis.

“Harga Pertalite sudah naik, eh tambah lagi, kalau dipakai cepat habis, kita harap sama pemerintah dan pertamina dicari solusi apa penyebabnya,” harapnya.

Tak jauh berbeda dari keluhan Man, salah seorang warga Indralaya Ogan Ilir (OI). Dia mengatakan, usai diisi full, BBM pertalite lebih cepat habis dibanding sebelumnya. “Saya merasa heran belakangan biasa saya beli minyak full tengki, itu bisa cukup tiga hari pulang pergi. Tapi kok setelah adanya kenaikan harga BBM terasa sangat boros. full teng hanya cukup dua hari saja,” terangnya lagi.

Pengendara lainnya, Yuli, juga merasakan hal yang sama, padahal kendaraan yang dipakainya hanya untuk mengantar anaknya ke sekolah.

“Saya biasa seminggu beli Rp 20 ribu cukup untuk seminggu. Setelah harga BBM naik saya beli Rp 25 ribu tapi anehnya gak sampe seminggu,” terangnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan pengguna BBM Pertalite di wilayah Kabupaten Empat Lawang baik itu roda empat maupun roda dua.Seperti diungkapkan Roy, salah seorang pengendara mobil mengungkapkan, semenjak BBM Pertalite naik, ia merasa bahwa pertalite mengalami keborosan berbeda sebelum BBM jenis pertalite belum naik.

“Biasanya saya setiap Jumat itu ke Kota Lubuklinggau, setiap mau berangkat saya mengisi BBM Pertalite di SPBU itu full, sampai ke Linggau meteran mobil saya tidak bergerak tapi setelah BBM naik, saya isi full di SPBU sebelum berangkat namun sesampainya di linggau sudah berkurang satu batang,”ungkapnya.

Padahal lanjut dia, jarak antara Kabupaten Empat Lawang dengan Lubuklinggau kurang lebih 70 kilo meter tidak ada perubahan setelah BBM naik. Ditempat yang berbeda, Dol sa;ah seorang pengendara roda dua juga mengungkapkan hal yang sama, ia mengira sepeda motor nya yang bermasalah. Karena ia merasa motornya sangat boros.

Saya kira karbulatornya yang bermasalah, saya isi full terus tapi tidak lama habis lagi. Saya juga tidak tau apa masalahnya Tapi memang asli pertalite sekarang sangat boros. Ada apa ya,” tuturnya penuh tanya. (rob/sro/pad/omi)