Pakai QRIS di Pasar Digital, Belanja Dapat Diskon

Warga membeli kebutuhan barang pokok di Pasar Digital
Warga membeli kebutuhan barang pokok di Pasar Digital.

PALEMBANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang membuka acara pasar digital di Kecamatan Sako pada, Senin (26/9). Pasar murah digital tersebut diadakan langsung di halaman Kantor Camat Sako dan akan digelar selama 2 hari.
Wargapun ramai mengunjungi pasar ini. Dengan memakai QRIS, pembelian dapat diskon. Untuk beras harganya Rp 40 ribu 5kg. Minyak sayur Rp 12.500 dll.

Asisten III Pemkot Palembang, Zulkarnain menuturkan, jika ini merupakan salah satu bentuk untuk menstabilkan harga akibat naiknya BBM serta memperkenalkan pada masyarakat tentang digitalisasi.

Program digitalisasi ini juga ada di peraturan Pemerintah nomor 59 tentang digitalisasi terkait pembayaran.

“Ini salah satu strategi juga untuk mengurangi kontak langsung, kita kan tidak tau ada virus segala macem pada barang yang kita sentu terutama di uang. Dengan adanya digitalisasi ini lebih praktis dan efisien, kita dapat bertransaksi lebih cepat dan aman, tidak perlu membawa uang lagi di dompet,” tuturnya saat diwawancarai langsung.

Zul mengungkapkan, jika selisi harga sekitar 5 ribu dari harga di pasaran. “Selisi harganya sekitar 5000-6000an. Inflasi itu kan, duit beredar barang tidak ada, atau barangnya ada tapi tidak terjangkau, sehingga itulah yang menimbulkan inflasi.

Makanya produk yang kita jangkau, harganya kita stabilkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Raimon Lauri, Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Palembang, mengatakan jika akaibat kenaikan BBM yang lebih berpengaruh adalah ongkos kirim dari barang itu sendiri.

“Terkait dampak kenaikan BBM, itu berpengaruh terhadap ongkos kirim. Dari pantauan kami di pasar induk jakabaring, harga tetap stabil tetapi ongkosnya ini yang naik. Tapi kenaikan itu sepertinya ditanggung oleh distributor,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, jika ongkos kirim pasca kenaikan BBM mencapai Rp 5,5 juta untuk pengiriman dari luar Kota.

“Kita contohkan seperti pengiriman bawang merah, dari brebes ke Palembang yang ongkosnya Rp 4 juta jadi 5,5 juta itu ditanggung distributor. Harga tetap dijual seperti yang sebelum kenaikan BBM,” terangnya.

Raimon menjelaskan, tujuan diadakannya pasar murah digital ini juga sekaligus mensosialisasikan Elektronik Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)

“Pertama tujuannya mensosialisasikan ETPD, jadi mensosialisasikan layak menggunakan digital salah satunya Qris. Jadi masyarakat dapat bertransaksi menggunakan non tunai,” jelasnya.

“Yang kedua dalam rangka menstabilkan harga bahan pokok agar tidak naik lagi. Setelah ini kita lihat dulu ada program lanjutan atau tidak, nanti akan kita buat di setiap kecamatan,” lanjutnya. Raimon juga menjelaskan, jika Khusus beras harus menggunakan Qris karena bersubsidi. Dan jika ada yang tidak memiliki smartphone, maka akan didampingi oleh pihak terkait.

“ini salah satu sosialisasi kita untuk non tunai.Kalau ada masyarakat yang tidak mengerti dan tidak ada gadget untuk transaksi melalui Qris, maka dari kita akan melakukan pendampingan,” jelasnya. Semua Qris bisa, pokoknya kalau yang tidak ada maka akan ada pendampingan seperi dari bank atau dari Bulog langsung,” jelasnya. (Tia)