Palembang Siagakan Pompa Mobile Atasi Banjir

Pemkot Palembang akan menyiagakan pompa mobile untuk mengantisipasi genangan air saat banjir.
Pemkot Palembang akan menyiagakan pompa mobile untuk mengantisipasi genangan air saat banjir.

PALEMBANG- Untuk mengantisipasi banjir, Pemerintah Kota Palembang bakal menyiagakan pompa mobile.

Harnojoyo mengatakan, sebagaimana diketahui di bulan Oktober ini hujan di Palembang ini melebihi dari normal. Bahkan, menurut prediksi dari BMKG ini harus diantisipasi. Mudah-mudahan tanggal 5 kemarin itu puncak hujan di bulan Oktober.

“Intensitas hujan pada 5 Oktober lalu, itu termasuk yang cukup besar. Jadi harus kita antisipasi dan evaluasi hal-hal yang akan terjadi dengan pompa mobile,” ujarnya.

Menurutnya, sistem pengendali banjir di pompa Bendung ini sudah lumayan baik, dengan kecepatan pompa 36.000 liter per detik.

Kemudian dengan ada 47 kolam retensi itu sudah lumayan baik penanggulangan banjir di Palembang.

“Tapi ini karena elevasi kota ketinggian Sungai Musi dengan di pangkal muara sungai Musi di Talang Aman itu hanya beda 40 cm. Tentu ini terjadi perlambatan air untuk turun,” katanya.

Selain itu, lanjut Harnojoyo, ada beberapa jembatan yang menjadi penyempitan sehingga terhalang. Kemudian juga sedimentasi yang terjadi di sungai. Sehingga kapasitas sungai ini tidak mampu untuk menampung.

“Inilah yang menjadi tidak lanjuti, dan harus kita evaluasi, apa yang harus dikerjakan secepatnya,” ucapnya. Lebih lanjut Harnojoyo menerangkan, Areal daerah aliran sungai Bendung ini 2400 hektar.

Jadi kalau curah hujan tinggi dan kalau kerja pompa maksimal itu bisa selesai.

“Tapi tadi karena kondisi sungai kita topografi dan elevasi ketinggian Sungai Musi dengan pangkal muara sungai Musi sama sehingga tidak bisa cepat,

Ini lambat untuk ke ujung sungai jadi butuh pompa mobil untuk mendorong genangan air,” bebernya.

“Makanya akan dievaluasi berapa pompa mobile yang kita butuhkan. Untuk mengatasi genangan air jangka pendek jangka pendek kita siapkan pompa mobile itu yang pertama. Kemudian, jangka panjangnya sedimentasi harus dibenari supaya tangkapan air ini lebih banyak,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, peran serta masyarakat itu juga paling penting jangan buang sampah sembarangan ke sungai.

“Kota Palembang ini bioporinya tidak maksimal meresapnya. Karena ketinggian permukaan air hampir sama dengan pangkal Muara Sungai. Pompa mobile tadi akan dihitung dulu berapa banyaknya teknisnya berapa yang dibutuhkan agar tidak mubazir,” urainya. Dalam kesempatan itu, Harnojoyo mengimbau agar pembangunan ini harus memperhatikan lingkungan.

“Bangunan yang menutupi drainase ini terus dilakukan penertiban. Kami bersama pak Dandim dan Poltabes sedang melaksanakan itu, dan sampai sekarang ada 235 penertiban bangunan liar diatas drainase. Kita terus melakukan penertiban itu,” katanya. (Ika)