Panggil dan Minta Keterangan Rektor

Mgs H Syaiful Fadli ST


Mgs Syaiful Padli – Ketua Komisi V DPRD Sumsel 

KASUS penganiayaan terhadap ALP (19), mahasiswa UIN Raden Fattah oleh seniornya dalam satu unit kegiatan di universitas tersebut terus bergulir. Kali ini pengacara ALP melapor ke Ombudsman Cabang Sumsel terkait dugaan mal administrasi.

Langkah ini menjadi perhatian semua pihak termasuk DPRD Sumsel. Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli mengatakan, langkah pihak korban merupakan haknya dan sah-sah saja.

“Tentu langkah ini pihak korban untuk memperjelas kasus ini karena dari awal kami lihat terus bergulirnya dan berlarut-larutnya kasus ini karena pihak rektorat tidak tegas untuk menyelesaikan kasus ini,” ujar Syaiful Padli, Selasa (11/10).

Padahal lanjut Syaiful, dalam kasus ini sudah jelas siapa korban dan pelaku serta pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) termasuk telah mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus ini.

“Artinya tidak ada lagi kendala, jika memang pihak rektorat punya niat baik untuk menyelesaikan masalah ini,” tandas politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menyikapinya berlarutnya kasus ini kata Syaiful, pihaknya (Komisi V DPRD Sumsel,red) sudah menjadwalkan untuk memanggil rektor UIN Raden Fattah.

“Pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dekat. Tujuan dari pemanggilan ini, kita akan meminta keterangan rektor bagaimana perkembangan kasus ini dan bagaimana sikap dan langkah apa saja yang telah dilakukan pihak rektorat UIN. Artinya pihak rektorat harus tegas dalam menyelesaikan masalah ini,” ucap dia.

“Konsen kita terhadap kasus ini bukan tendensius terhadap UIN namun tak lain untuk menghapus dan mencegah kekerasan di kampus apapun bentuknya. Kita berharap, dengan selesainya kasus secara jelas, tegas, dan terang maka tidak ada lagi kekerasan di kampus UIN,” tukas Syaiful. (rob)