Pantau 1.000 Anak Berpotensi Stunting

Wawako Palembang, Fitrianti Agustinda memberikan makanan tambahan kepada balita di posyandu. Foto :ist
Wawako Palembang, Fitrianti Agustinda memberikan makanan tambahan kepada balita di posyandu. Foto :ist

Palembang, Palpos.- Pemerintah Kota Palembang terus bekerja keras mengatasi kasus stunting atau kekerdilan karena gizi kurang.

Antara lain dengan program pemberian makanan tambahan kepada para balita. Makanan tambahan itu berupa protein seperti telur dan susu, biskuit.

“Kasus stunting ini salah satu fokus kita. Selain makanan tambahan, kita juga membentuk tim percepatan penurunan stunting di kecamatan,” ujar Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda.

Tugas tim itu adalah melakukan pendataan warga, terutama anak-anak yang terkena stunting atau berpotensi stunting. Pihak puskesmas dan posyandu juga diimbau proaktif turun ke lapangan dan mendata.

Adapun di Kecamatan Ilir Timur Dua terdata 42 anak dengan kasus stunting.

“Sekarang tengah dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan 1.000 anak usia di bawah lima tahun (balita) yang berpotensi stunting,” kata Fitrianti.

“Untuk usia lima tahun baru mereka bisa dibebaskan dari stunting. Jadi, balita pertumbuhan dan perkembangannya harus benar-benar dipantau secara insentif, sehingga jika ada masalah gizi buruk dapat ditanggulangi dengan cepat,” kata Fitrianti.

Ia melanjutkan, selain balita, ibu-ibu hamil yang berpotensi stunting juga jadi perhatian Pemkota Palembang.

“Terus kita pantau, dan kita harapkan saat proses melahirkan bayi tersebut sehat tanpa terkena stunting,” ujar Fitrianti. (ika)