PATROLI JANGAN KENDOR


Aksi Tawuran Meresahkan Warga

MENDENGAR kata tawuran, tak pelak membuat warga resah terutama di kawasan tawuran itu terjadi. Pasalnya aksi tersebut tidak hanya membuat warga takut dan was-was namun juga bisa mengancam keselamatan warga.

Bahkan tak jarang akibat aksi tawuran, menimbulkan korban baik luka-luka maupun korban jiwa. Dari pantauan Palembang Pos (Palpos), aksi di Kota Palembang kerab di terjadi beberapa tempat antara lain, kawasan Seberang Ulu, Boombaru, Tangga Buntung termasuk juga kawasan Jembatan Musi IV.

Sejumlah kawasan di atas sudah masuk catatan Polrestabes Palembang dan jajarannya. Dodot, salah seorang warga Kota Palembang yang bermukim di kawasan Seberang Ulu (SU) berharap semua instansi baik pemerintah, kepolisian dan warga sendiri dari tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan dapat rutin melakukan pengawasan.

“Khususnya kawasan atau daerah yang rawan tawuran. Dalam pengawasan tentu melibatkan pihak kepolisian. Selain itu libatkan juga tokoh masyarakat, tokoh pemuda maupun tokoh agama, utamanya dalam hal pencegahan,” ujarnya.

Jika koordinasi pencegahan rutin dilakukan, Dodot yakin aksi tawuran baik antar pelajar dan masyarakat dapat dicegah atau diminimalisir. Sedangkan Irma, warga Kota Palembang lainnya mengatakan, perlu peningkatan patroli keamanan dari kepolisian dengan memakai seragam sekaligus melakukan tindakan dan atau sweeping jika terjadi tawuran. “Dulu suka nonton di TV atau channel ada polisi patroli, ketika menemukan tenpat atau lokasi yang dicurigai mereka akan berhenti dan langsung memeriksa. Ya tindakan seperti harus terus ditingkatkan untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Irma, dirinya termasuk warga masyarakat yang lain tentu akan sangat merespon dengan tindakan polisi yang melakukan pencegahan tawuran dengan cara patroli. Karena dengan patroli, maka akan mempersempit peluang terjadinya tawuran,” ucapnya.

Terpisah, Herdi, warga Kota Palembang lainnya berharap pemerintah, kepolisian dan semua pihaknya untuk berkoordinasi melakukan pencegahan tawuran. “Jadi untuk pencegahan tidak hanya butuh tindakan tegas namun juga edukasi untuk mengingatkan masyarakat akan bahayanya melakukan tawuran,” ujarnya.

“Jangan kendor untuk memcegah dengan patroli dan lain sebagainya demi menciptakan dan menjaga situasi kondusif sehingga masyarakat merasa nyaman. Oleh sebab itu melibatkan semua pihak termasuk RT, RW dan tokoh masyarakat akan sangat efektif untuk mencegah terjadinya tawuran,” ujar dia.

Diakuinya, aksi tawuran sangat meresahkan. “Bayangkan kalau terkadang terjadi tawuran malam hari, yang jelas kami selaku warga tidak bisa tenang karena ketakutan. Karena yang namanya aksi pengeroyokan akan lebih membuat orang berani dan nekad. Inilah harapan agar pihak berwenang jangan sedikitpun memberi peluang terjadinya tawuran,” ucapnya.

Sementara itu, Polrestabes Palembang konsen untuk melakukan pencegahan aksi tawuran dengan cara melakukan patrol rutin di daerah-daerah yag rawan. Kapolrestabes Palembang melalui Kasateskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, pihaknya rutin melakukan tindakan antisipasi guna menjamin keamanan warga masyarakat utamanya di wilayah yang sering terjadinya aksi tawuran.

“Kita rutin menurunkan anggota untuk melakukan patroli di area rawan tawuran,” ujar Tri Wahyudi. Dalam melakukan patrol, selain menerjunkan Satuan Reskrim juga melibatkan Satuan Samapta, Satuan Intelkam dan Satuan Lantas. “Untuk mencegah aksi tawuran, kita akan memaksimalkan patroli mobile,” tukasnya.

Sedangkan anggota DPRD Palembang, Lailata Ridha mengatakan, pihaknya selaku wakil rakyat selalu mendorong dan mengingatkan agar aparat baik pemerintah dari atas hingga jajaran di tingkat RT untuk selalu berkoordinasi untuk mengingatkan warga guna mencegah terjadinya aksi tawuran.

“Bagi aparat kepolisian melakukan tindakan tegas dengan peningkatan patroli di daerah-daerah rawan tawuran. Sedangkan pemerintah memberikan edukasi dan terus mengingatkan warganya agar berperan aktif mencegah aksi tawuran termasuk juga aksi kejahatan setidaknya di lingkungan sekitar. Jika semua pihak bergerak, aksi tawuran dan kejahatan akan dapat dicegah,” tandasnya.

Hidupkan Kegiatan Sosial Kepemudaan

Tingginya angka tawuran maupun kriminalitas yang dilakukan pemuda, harus menjadi perhatian serius dari semua pihak. Terutama pemerintah. Pengamat Sosial dan Politik Sumsel, Drs Bagindo Togar Butar-butarmengatakan, saat ini telah terjadi pergeseran kebiasaan masyarakat terutama para generasi muda.

“Kalau dulu anak muda sering kumpul, baik di karang taruna maupun organisasi kepemudaan lainnya, untuk membahas masalah anak muda dan masalah yang dihadapi warga,” ujar Bagindo.

Dari sana, lahirlah banyak ide-ide cemerlang dan kekompakan diantara anak muda. Ada banyak kegiatan yang mereka kerjakan, mulai dari bidang olah raga, pembersihan lingkungan dan lainnya.

Namun lanjut Bagindo, sekarang kegiatan sosial kepemudaan tinggal nama yang tertera di kepengurusan. “Sedangkan kegiatannya tidak ada. Karena anak anak sekarang lebih suka main HP ketimbang bersilaturahmi secara langsung. Akibatnya mereka malas untuk kumpul-kumpul dan berdiskusi seperti dulu,” ujarnya.

Kondisinya ini kata Bagindo kian diperparah dengan sikap perangkat kelurahan, RT, RW, Pemkot dan lainnya, juga tidak getol untuk melibatkan anak muda dalam berbagai kegiatan, sehingga mereka tenggelam lebih dalam lagi di dunia internet.

“Nah situasi seperti ini sangat bahaya. Karena emosi mereka gampang tersulut dan mereka juga jadi lebih mudah dipengaruhi untuk melakukan hal negatif, seperti tawuran.Oleh sebab itu, melalui momen ini, saya harap semua pihak, terutama pemerintah untuk memikirkan masalah ini karena kalau tidak, pengaruhnya akan lebih fatal lagi,” tukas Bagindo. (rob/nik/tim/del)