Pembunuh Pemilik Salon Tertangkap

AKBP Harissandi

LUBUKLINGGAU – Kasus tewasnya Samsudin alias Ontary alias Tary pemilik Tary Salon di Jalan Raya Temam Lubuklinggau Selatan I, Kamis (25/08) yang lalu, ditungkap Tim Macan Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Pelaku yang membunuh korban dengan pisau masih menancap di punggung berhasil dibekuk di Padang Sumatera Barat, Rabu (31/08). Namun polisi baru akan merilis ungkap kasus tersebut kepada awak media hari ini, Jumat (2/9).

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan terhadap Ontary tersebut.

“Ya, setelah satu minggu pengejaran, anggota berhasil menangkap pelaku di Padang, Sumatera Barat,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Robi Sugara, kemarin.

Menurutnya pelaku yang berinisial M, masih dalam perjalanan menuju Kota Lubuklinggau. Kapolres juga mengatakan, terkait informasi lengkap menunggu tersangka tiba di Lubuklinggau.

Namun Harissandi membocorkan pelaku adalah orang dekat korban atau teman dekat. Motif pembunuhan diduga soal asmara.

“Motifnya nanti tunggu dirilis. Sementara ini motif asmara,” kata Kapolres.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, pengejaran terhadap pelaku berlangsung selama satu minggu. Diduga pelaku sejak melakukan pembunuhan lari ke luar Kota Lubuklinggau.

Awalnya pelaku lari ke Bengkulu, lalu dari Bengkulu ke Padang Sumatera Barat. Selain tersangka M, polisi juga sudah mengamankan barang bukti sepeda motor korban, Hp, dan kunci roling dor ruko Tary Salon.

“Barang bukti HP dan sepeda motor ditemukan di Kota Bengkulu. Barang bukti itu sudah dijual tersangka di Bengkulu,” katanya.

Diwartakan sebelumnya, warga Jalan Raya Temam, RT 01 (depan Gerbang Prumnas Rahma), Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang waria di dalam sebuah ruko, Tary Salon, Kamis (25/08), pukul 14.50 WIB.

Korban diketahui bernama Ontary alias Tary (40), warga asli dari Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Mayat korban kali pertama ditemukan oleh Rita (48) dan Maihen (40), keduanya warga Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau.

Rita menuturkan, dia datang ke tempat salon korban, untuk menanyakan baju pengantin yang dipinjam korban Ontary. Namun saat Maihen menghubungi Tary, tapi tidak bisa. Bahkan hingga Kamis juga tidak ada respon.

“Karena baju itu banyak yang nak makai. Jadi aku katakan ke Maihen, bagaimana kalau kita datang ke rumah Tary,” ceritanya.

Kemudian sampai di lokasi, di depan ruko Tary Salon, cerita Rita, melihat pintu roling door ruko tersebut terbuka, sekitar tiga jari. Lalu Tari dan Maihen membuka pintu sambil memanggil korban. Tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Kemudian keduanya masuk ke dalam ruko satu lantai tersebut, sambil manggil-manggil. Kedua saksi ini tidak menemukan apa-apa. Tapi melihat banyak lalat hijau yang keluar dan berterbangan.

“Jadi firasat kami sudah kurang baik. Jadi kami keluar. Di luar ada dua anak yang sedang bermain. Sambil menceritakan ke warga sekitar,” katanya.

“Kemudian bersama Ketua RT, pemilik kontrakan ruko kami masuk lagi mengecek. Di dalam baru ditemukan jasad korban, tertutup kain merah, dan tersembunyi di belakang papan atau kepingan pelaminan,” katanya. (yat)