Pemerintah Harus Bisa Kontrol Harga

Yan Sulistyo


Yan Sulistyo – Pengamat Ekonomi 

KENAIKAN harga beras di pasaran nampaknya akan menjadi masalah bagi masyarakat Indonesia, pasalnya beras merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan setiap harinya. Terkait masalah ini, Pengamat Ekonomi, Yan Sulistyo angkat bicara.

Dirinya mengatakan, meskipun harga beras naik hal tersebut tidak membuat petani mengalami keuntungan. “Beras ini sebelum menjadi beras seperti yang dijual di pasar, itu bentuknya masih gabah/padi. Dari sisi petani sebenarnya ini tidak menguntungkan,” kata Yan, Minggu (9/10).

Yan menuturkan, jika yang diuntungkan dalam hal ini adalah perusahaan atau pabrik yang mengolah padi tersebut menjadi beras. “Yang mendapatkan untung itu bukan petani, tetapi perusahaan ataupun pabrik yang mengolah padi itu menjadi beras. Kalau petani tidak mendapat keuntungan,” tuturnya.

Yan menjelaskan, jika petani untuk sekarang ini sedang mengalami cuaca ekstrim yang bahkan bisa membuat sawah mereka menjadi gagal panen. “Kalau petani sendiri malah untuk sekarang ini sedang susah ya, karena cuaca lagi ekstrim sekali. Sawah mereka di musim hujan seperti sekarang pasti membuat lahan sawah mereka menjadi tergenang air dan tidak menghasilkan padi yang baik,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, kenaikan tersebut yang memicu adalah harga BBM. “Lalu, mereka juga dihadapkan dengan pupuk yang semakin tinggi harganya. Sebenarnya ini semua terjadi oleh kenaikan harga BBM, jadi kan beras ini di distribusikan ke agen-agen , ke toko-toko dengan kendaraan. Sementara kendaraan mereka menggunakan BBM, nah jadi terpaksa mereka pasti menyesuaikan harga beras itu dengan kenaikan BBM,” terangnya.

“Dari padinya itu sendiri tidak naik sama sekali, ini semua bagian dari siklus bisnis antara petani dengan perusahaan sampai dengan produsen beras. Jadi penyebabnua itu adalah kenaikan BBM,” ujarnya. Menurutnya, jika tempo hari harga minyak goreng saja bisa diatur pemerintah maka harga beraspun harusnya bisa diatur Pemerintah.

“Jadi harga beras di pasar juga bisa dikontrol oleh masyarakat dan Pemerintah, tinggal diatur saja harganya, karena beras ini adalah makanan pokok bagi kita semua,” lanjutnya. Masih dikatakan Yan, Pemerintah harus memikirkan masyarakatnya. Karena beras merupakan makanan pokok sehari-hari yang sangat dibutuhkan.

“Itulah peran dari Pemerintah, yakni untuk mengatur harga beras ini supaya perusahaan tidak semena-mena menaikan harga beras. Kita tidak bicara soal kenaikan beras itu 1000 atau 2000 perkilonya, tetapi continue orang-orang masak itu kan dari pagi sampai malam,” tambahnya.

Yan berharap, pemerintah pusat dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengatur harga beras agar tidak mencekik masyarakat.“Apabila Pemerintah bisa mengatur, kebijakannya itu bisa dilempar ke pemerintah daerah untuk mengatur. Karena masing-masing daerah di Indonesia penghasil beras, contohnya saja Sumsel kan banyak daerah penghasil beras. Jadi Pemda juga bisa ikut mengatur, jadi Pemerintah jangan hanya diam,” tandasnya. (tia)