Pemilik Sumur Ilegal Diimbau Nyerah !

Kasatreskrim Polres Muba, AKP Dwi Rio Adrian (tengah).


SEKAYU
–  Meledaknya sumur minyak liar di Desa Tanjung Dalam Kecamata Keluang Kabupaten Muba  pda Sabtu (15/10) kemarin, sekitar pukul 02.00 WIB, menjadi atensi jajaran Polres Muba.

Jajaran Polres Muba  melakukan langkah bersama Forkopincam untuk memadamkan api di sumur yang meledak tersebut. Di mana ada 12 sumur yang meledak di lokasi kejadian.

“Setelah mendapat laporan kejadian tersebut, kita langsung ke TKP. Langkah pertama yakni memadamkan api. Alhasil sampai hari in (kemarin) sudah ada 7 yang padam, dan 5 sedang dilakukan pemadaman,” kata AKP Rio Adrian, Kasatreskrim Polres Muba.

Masih kata Rio, di TKP  pihaknya juga memburu penambang dan pemilik lahan. Namun sudah keburu melarikan diri.

Rio pun menepis semua isu dan foto-foto yang beredar, di mana dari kejadian tersebut memakan banyak korban dan foto korban yang terbakar.

 “Setelah dilakukan pengecekkan di lapangan semua foto yang beredar dan isu banyak korban, tidak ditemukan hal tersebut. Dari penyelidikan kami hanya ada satu korban yang terbakar atas nama Arfan yang kondisi terbakar 60 persen dan sedang dirawat di RSUD Sekayu,” terangnya.

Adapun untuk penyebabnya atas kejadian tersebut, tambah Rio, yakni para penambang saat melakukan aktivitas merokok.

“Jadi mereka saat lagi meras, mereka merokok  sehingga percikkan api rokok menyebabkan ledakkan tersebut,” ungkapnya.

Jelasnya lagi, untuk proses penutupan dilakukan dengan alat berat, di siram menggunakan deterjen dan  dipasang police line.

Masih menurut Rio, sebelum kejadian dan telah lama telah dilakukan imbauan kepada masyarakat serta dipasang banner untuk tidak melakukan kegiatan ilegal drilling dan kegiatan ilegal lainnya. (omi)