Pengawasan 24 Jam

Sulyaden


Sulyaden SH – Praktisi Hukum

KEMBALI maraknya kasus pembobolan ATM oleh pelaku kejahatan di hampir setiap daerah termasuk di Kota Palembang, menjadi perhatian semua pihak termasuk Praktisi Hukum, Sulyaden SH.

Sulyaden menuturkan, aksi kejahatan ATM tersebut tentu membuat banyak masyarakat menjadi semakin khawatir, ditambah lagi sering terjadi kejadian penipuan.

“Dengan maraknya kasus pembobolan seperti itu, tentu kita semakin khawatir akan keselamatan dan keamanan uang kita yang berada di perbankan, khususnya masyarakat yang menggunakan pasilitas ATM milik bank tertentu,” tuturnya, Jumat (23/9).

Menurutnya, aksi pembobolan yang dilakukan pelaku dikarenakan masalah ekonomi. “Motif pembobolan ATM milik Bank tertentu biasanya jelas dilatar bekangi oleh kebutuhan ekonomi pelaku, dan juga untuk hal lain,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika kasus tersebut akan terkena pasal 363 KUHP tentang pencurian. Serta dapat juga dikenakan UU Perbankan No7 1992 dan UU No 10/1998.“Biasanya demi mendapatkan uang, pelaku menjalankan kejahatan dengan melakukan pembobolan ATM bank milik masyarakat selaku nasabah bank tersebut,” katanya.

“Dan hal ini jelas merupakan kejahatan yang dapat dikenakan sanksi hukum berupa pidana umum yaitu melakukan pencurian dan dapat dikenakan pasal 363 KUHP mengenai pencurian, dan juga dapat dikenakan Undang-undang perbankan No.7 tahun 1992 sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang No.10 tahun 1998,” ujarnya.

Sulyaden mengimbau, agar gerai ATM yang telah diletakkan di tiap titik tertentu harus ada CCTV serta diberi petugas keamanan 24 jam.

“Namun demikian penerapan undang-undang tersebut tentunya harus juga didukung sistem keamanan yang memadai, seperti adanya petugas keamanan yang standby 24 jam memantau mesin ATM sehingga keamanan dari mesin ATM tersebut dapat terjaga dan terhindar dari kejahatan,” pungkasnya. (tia)