PENGAWASAN JANGAN KENDOR

Sejumlah produk makanan dan minuman yang dijual di gerai salah satu supermarket mall di Kota Palembang. F koer Palpos


Wawako dan BBPOM Temukan

Produk Rusak yang Masih Dijual

PENGAWASAN yang dilakukan pemerintah dan pihak terkait terhadap produk makanan dan minuman di pasaran nampaknya masih perlu dipertanyakan lagi, terutama soal ketegasan dalam memberikan teguran dan sanksi.

Terbukti, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang kembali menemukan produk tak layak konsumsi.

Di mana produk tersebut berupa produk ikan kembung busuk sebanyak 2 kilogram (Kg) dan 1 trolli produk keju Mozzarella dari Greenfield serta produk roti yang rusak. Tentu penemuan ini bisa mengancam kesehatan warga selalu konsumen jika tidak ketahuan.

Terkait penemuan ini, langsung mendapatkan reaksi sejumlah warga masyarakat. Dimana dengan adanya temuan produk kadaluwarsa dan produk ikan busuk, membuat warga takut dan khawatir akan keamanan pangan baik itu yang dijual di supermarket mall maupun pasar tradisional.

“Coba sidak ke pasar modern dan pasar tradisional lainnya. Wah pasti ditemukan lagi, sekarang susah mau percaya kemana lagi untuk kita mengkonsumsi makanan yang aman dan higienis,” ujar Wirna, salah seorang warga Kota Palembang, Rabu (23/12).

Begitu juga yang dikatakan Reni warga Kota Palembang lainnya. Dirinya selalu teliti membeli produk atau semua barang yang akan dikonsumsi untuk keluarganya. Baik dibeli di pasar modern maupun tradisional. “Saya akan selalu perhatikan tanggal kadaluwarsanya mutu produknya bagus kah, aromanya sudah berubah belum,” ujarnya.

Pasalnya lanjut dia, saat ini semua sudah tidak dapat dipercaya lagi, pedagang maupun pengusaha pasar modern seperti supermarket dan lainnya. “Kita tidak tahu batas kejujuran mereka. Demi meraup keuntungan mereka rela curang,” tutupnya. Itulah dirinya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palembang dan juga BBPOM untuk terus aktif lakukan sidak.

“Ya intinya jangan kendor pengawasan. Karena jika kendor, ya seperti inilah ternyata ditemukan makanan rusak dan kadaluwarsa, ” Ingatnya. Sedangkan Uci, warga Palembang lainnya juga mengatakan, sebagai pembeli dirinya harus lebih teliti lagi. “Apalagi saat akan membeli produk makanan, lihat dulu label dengan bener, jangan asal ambil kalo sedang berbelanja,” ujar Uci.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, seharusnya pihak mall bisa lebih teliti dalam mendeteksi produk makanan yang sudah tidak layak jual.

“Pihak mall harus lebih memperhatikan kode expired di logo makanan atau minuman, dan sayur segala macamnya. Jangan sampai kecolongan, masa sekelas mall bisa sampai ada yang kedaluwarsa. Berarti kan pihak mall tidak begitu teliti dan peduli terhadap konsumen,” katanya.

Dirinya menegaskan, pihak mall harus mendapat teguran dari pihak terkait. Agar kedepan produk yang dijual tidak semabarangan lagi diletakkan, dan lebih ketat lagi dalam memperhatikan produk yang masuk.

“Seharusnya pihak mall dapat sanksi sih, jangan didiamkan. Kalau cuma dikasih peringatan pasti tetap akan terulang, jadi alangkah baiknya ada sanksi yang lebih keras biar memberikan efek jera dan juga produk yang akan dijual jadi lebih terjamin kelayakannya,” ujarnya,

Sedangkan Ketua Forum Palembang Bangkit, idham Rianom yang juga memberikan perhatian terhadap kasus ini meminta agar jangan hanya pengawasan yang diperketat namun juga bentuk sanksi yang lebih dipertegas agar ada efek jera sehingga jadi pelajaran pihak pengolah Gerai untuk kedepan lebih berhati-hati agar tidak lalai sehingga berpotensi terjadi lagi.

“Kalau hemat saya, kasus-kasus seperti ini sering terjadi namun setelah ditegur dan diberi peringatan tapi terkadang masih terjadi lagi. Artinya ini tak ada efek jera. Jadi menurut saya, harus benar-benar tegas tanpa tedeng aling, jika masih terjadi, jangan ragu untuk menutup Gerai atau tempat penjualan tersebut, ” tandasnya.

Sebab kata Idham, sering terjadinya hal serupa karena pengawasan dan tindakan tak tegas alias kendor, ” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda (Finda) bersama BBPOM Palembang menemukan produk makanan tak layak konsumsi karena busuk, rusak dan kadaluwarsa ketika melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Supermarket Palembang Indah Mall (PIM) pada Senin (21/11) kemarin.

Usai temuan itu, Wawako Finda menegaskan, selevel Supermarket Premium sangat tidak layak menjual produk busuk, rusak dan bahkan kadaluwarsa.

Karena lanjut Finda, di pasar tradisional saja tidak diperbolehkan menjual produk seperti ikan busuk termasuk juga makanan dan minuman. Dari hasil temuan itu kata Finda, pihaknya mencatat ada 16 item yang tak layak konsumsi dari Gerai Supermarket PIM.

“Dari temuan ini, saya mengingatkan pihak supermarket agar rutin, jeli dan ketat memeriksa produk-produk yang dijual khususnya yang sudah mendekati kadaluwarsa dengan menggantikannya dengan yang baru, fresh dan layak konsumsi, ” tandas Finda.

Tak hanya itu sambung Finda, pihaknya juga memberikan teguran dengan cara membuat surat perjanjian ke pihak manajemen Gerai Foodmart untuk tidak menjual produk yang rusak dan kadaluwarsa karena itu melanggar UU perlindungan konsumen.

“Namun jika sudah diingatkan ternyata masih diulangi lagi (kembali menjual produk rusak dan kadaluwarsa, red) maka gerainya kami tutup, ” tegas Finda.

Tindaklanjut dari teguran tersebut kata Finda, pihak meminta Gerai Foodmart untuk segera membuang dan memusnahkan produk rusak dan kadaluwarsa tersebut. (rob/nik/tia)