ATURAN PLINTAT PLINTUT


Tronton Kerab Melintas di Jalan Protokol

UNTUK menghindari kemacetan dan penumpukan kendaraan di tengah kota khususnya, di jalan protokol termasuk juga mencegah kecelakaan lalulintas, Pemkot mengeluarkan peraturan walikota (Perwali) Palembang No 26/2019.

Dalam Perwali tersebut, kendaraan berat seperti tronton dan truk fuso
dilarang melintas di jalan protokol kota pada jam-jam tertentu yakni pada siang hingga sore hari.

Namun Perwali tersebut hingga kini masih Kerab dilanggar para sopir yang mengendarai tronton dan truk fuso. Dimana pada siang hari, sejumlah tronton dan truk fuso masih terlihat melintas di jalan protokol, walaupun jumlahnya tak signifikan namun akibat pelanggaran itu, sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan kendaraan berat tersebut. Bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

Dari pantauan Palpos, sejak beberapa hari belakangan, tronton dan truk fuso sering terlihat melintas di jalan protokol, yang salah satunya terlihat di kawasan kenten. Selain itu juga terlihat di kawasan Jalan Kol H Burlian dan sejumlah kawasan Jalan protokol lainnya.
Terkait hal ini, sejumlah warga Kota Palembang menuntut pemerintah untuk tegas mengatur perjalanan mobil muatan besar seperti tronton.

“Ini jadi keuntungan perorangan saja para pengusaha dan juga oknum pemerintah terkait,” ujar Sherly, salah seorang warga Kota Palembang, Jumat (18/11).

Dikatakan Sherly, dirinya juga berharap pemerintah juga tak egois dan meminta untuk melakukan pengawasan sesuai dengan aturan.

“Jangan terkesan didiamkan namun harus awasi secara agar pelanggaran tidak meluas dan makin sering, ” ucapnya.

Sedangkan Unli, juga warga Palembang yang kebetulan merupakan keluarga korban dari kecelakaan mobil muatan besar jenis tronton di salah satu jalan Kota Palembang beberapa tahun lalu mengaku, sangat trauma ketika melihat mobil tronton melalui jalan ditengah kota di jam sibuk.

“Tadi saja lepas Solat Jumat di Masjid Abiasan Jalan MP Mangkunegara saya beriiringan dengan mobil tronton. Akhirnya saya memilih menepi karena jalan MP Mangkunegara sangat sempit dan padat sementara mobil itu menanjak tepat di depan masjid yang begitu menegangkan bagi pengendara lain khususnya motor seperti kami ini,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Unli berharap pemerintah untuk lebih perduli akan keselamatan warga jangan hanya karena mereka membayar lebih kepada oknum atau instansi tertentu yang membuat pelanggaran makin sering terjadi.

“Kalau hingga saat ini, pelanggaran masih juga terjadi, yang patut dipertanyakan adalah pengawasabnya yang mungkin lemah, ” tandasnya.

Tak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan Irza. Menurut warga Kemuning Palembang ini, tidak ada Jalan selain harus menegakan aturan (Perwali, red). Namun tentu tegas dan tidak ada permainan di belakang. “Jika masih ada permainan, saya yakin pelanggaran masih akan terjadi, ” tukasnya.

Sementara Kadishub Kota Palembang, Afrizal melalui Kabid Wasdalops, AK Juliansyah, saat dikonfirmasi mengakui, saat ini sudah makin banyak kendaraan bertonase berat masuk jalan kota Palembang.

“Padahal kita sudah membagikan surat edaran kepada pemilik mobil Fuso, tronton dan molen untuk tidak melintasi jalan dalam kota mulai pukul 06.00 sampai 21.00 WIB,” kata Jul.

Jul menambahkan, pihaknya hanya sebagai back up dari kepolisian. “Tapi kami sudah koordinasi lagi dengan kepolisian. Dan nanti rencananya kita akan lagi pihak pengusaha angkutan ini, dan mengingatkan lagi aturan kendaraan melintas ini,” ungkapnya.
(rob/nik/ika)