Penuhi Gizi Anak di 1000 Hari Kehidupan

 

Anggota komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago bersama deputi bidang KB KR BKKBN RI foto bersama warga OKU Timur usai sosialisasi kesehatan dan pencegahan stunting, Sabtu (29/10).
Anggota komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago bersama deputi bidang KB KR BKKBN RI foto bersama warga OKU Timur usai sosialisasi kesehatan dan pencegahan stunting, Sabtu (29/10).

OKU TIMUR, Palpos – Warga Desa Nirwana, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur antusias mengikuti sosialisasi kesehatan dan pencegahan stunting oleh anggota DPR RI komisi IX Irma Suryani Chaniago bersama BKKBN RI, Sabtu (29/10).

Tak kalah semangat, Irma Suryani Chaniago dalam kesempatan itu mengimbau kepada warga yang hadir untuk senantiasa menjaga kebersihan tempat tinggal, salah satu upaya pencegahan stunting.

“Bapak bapak Ibu Ibu kalau bangun rumah, kamar mandi dan dapur harus bersih,” tegasnya. Betapa tidak, kadang kadang masih ditemui rumah dengan ruang tamu bagus, begitu masuk ke dapur dan kamar mandi jorok. “Karena dapur itu tempat kita masak maka harus bersih sehingga makanan yang dimasak juga harus bersih, kamar mandi tempat kita membersihkan diri juga harus bersih,” sebutnya.

Lebih lanjut, perempuan berkacamata itu menuturkan, kalau Istri hamil, maka para suami juga harus membelikan susu supaya istrinya sehat dan anak yang ada di dalam kandungan terpenuhi gizi nya.

Deputi Bidang KB KR, dr Hj Eni Agustina Mph menambahkan, ciri ciri stunting yakni gagal tumbuh akibat kekurangan makanan dalam jangka waktu yang lama. Adapun ciri cirinya yakni pendek, tidak pintar alias telat pikir dan sering sakit sakitan.

“Supaya tidak berisiko stunting maka kita harus penuhi gizi anak mulai dari dalam kandungan hingga 1000 hari kehidupan,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan tim pendamping keluarga bersama PKK sebagai salah satu pencegahan stunting.

Direktur RSUD Martapura, dr Dedi Djambudi yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, pada 2021 angka stunting di OKU Timur 21,5 persen. Angka ini masih sangat besar dibandingkan target Nasional 14 persen di tahun 2024 nanti.

“Kabupaten OKU Timur merupakan salah satu Kabupaten yang menjadi locus stunting di tahun 2022. Dalam rangka percepatan penurunan stunting ini, Pemkab OKU Timur sudah membentuk tim percepatan penurunan stunting,” jelasnya mengaku dibentuk dari tingkat pusat, kabupaten, kecamatan hingga desa.

“Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan kita tentang bagaimana tantangan dampak solusi pencegahan dan penurunan stunting,” tukasnya berharap 12,94 persen di tahun 2024. (ikl/abu)