Perampok di Jalinsum Tertangkap

Tersangka Handoyo


LUBUKLINGGAU
–  Satu dari lima perampok bersenpi yang merampok Alfian Effendi (53), karyawan CV Sahabat Musi Rawas Sempurna (SMS)  diringkus tim gabungan Polres Musi Rawas dan Polda Sumsel.

Pelaku adalah Handoyo alias Hans (23), warga Desa Talang Sepuh, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tenggamus, Lampung. Sementara empat rekannya masing-masing Marto, Ahmad Yani, Dedi dan Hendri Aishen, masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Handoyo dibekuk Tim Gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Tim Landak Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura) di kediamannya, Sabtu (08/10), sekitar pukul 05.00 WIB.

Bersama tersangka polisi menyita mengamankan barang bukti (BB) berupa jaket loreng, celana pendek abu-abu dan sepasang sepatu Diadora yang digunakan tersangka saat melancarkan aksi bersama empat rekannya yang lain.

Kapolres Mura AKBP Achmad Gusti Hartono didampingi Kasatreskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat menjelaskan kronologis terungkap dan diringkusnya tersangka.

Berawal dari aksi perampokan kawanan Hans Cs yang terjadi diJalinsum Desa Batu Bandung, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Senin (19/09), sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat itu, korban Alfian dan temannya Hendri (30), warga Desa Ketuan I, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, hendak mengantarkan uang ke PT SNI (Sawit Nusantara Indonesia) di Desa Taba Dendang, Kecamatan Muara Saling, Kabupaten Empat Lawang.

Keduanya berangkat dengan mengendaraai Mobil Toyota Cayla nopol BD 1754 NE, yang dikemudikan  Hendri.

Dalam perjalanan rupanya korban sudah diikuti oleh tersangka Hans dan rekannya Dedi (DPO) yang menjadi otak pelaku perampokan ini. Lalu, Dedi dan Hans menginformasikan ketiga rekannya Marto, Ahmad Yani, dan Hendri Aishen yang menunggu dan menghadang di  tempat kejadian perkara.

“Saat kendaraan korban sudah mendekat TKP, Hans dan Dedi menghubungi tiga rekannya,” ujar Dedi.

Setiba di TKP, tersangka A Yani menghadang mobil korban dari arah depan dengan mengacungkan senjata api (senpi). Kemudian tersangka Hendri mengancam korban dengan menempelkan senjata tajam (sajam) jenis parang ke leher korban. Dibantu tersangka Marto yang juga ikut mengancam sopir dengan senpi, sekaligus yang merampas uang di dalam kantong plastik/kresek dan harta benda korban lainnya.

Usai melakukan aksinya, kawanan perampok bersenpi ini langsung kabur ke dalam hutan. Di dalam hutan, Dedi selaku perencana sekaligus otak dalamaksi mereka langsung melakukan pembagian hasil aksi mereka. Tersangka Hans mendapatkan jatah Rp 30 juta, begitupun dengan tiga rekannya Marto, Ahmad Yani, dan Hendri Aishen juga mendapatkan masing-masing Rp30 juta. Sedangkan selebihnya sekitar Rp180 juta diambil oleh Dedi.

“Tersangka Dedi mendapatkan bagian lebih besar karena dialah yang melakukan perencanaan, pengintaian dan menginformasikan kepada rekannya untuk melakukan eksekusi dilapangan,” jelas kapolres.

Setelah mendapatkan jatah masing-masing, kawanan pemapok bersenpi ini langsung berpisah dan kabur menyelamatkan diri masing-masing. “Tersangka Hans berhasil diketahui jejaknya dan diringkus di Tenggamus, Lampung,” pungkas Dedi. (yat)