Perumda Tirta Musi-Baznas Salurkan Bantuan Anak Stunting

Caption : Dirut Perumda Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya Adani menyerahkan bantuan kepada warga untuk mencegah stunting.
Dirut Perumda Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya Adani menyerahkan bantuan kepada warga untuk mencegah stunting.

PALEMBANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar launching cegah stunting, acara berlangsung di Kantor Camat Seberang Ulu II, Jalan Ahmad Yani, Plaju.

Baznas juga bekerjasama dengan Perumda Tirta Musi Palembang untuk menyalurkan bantuan berupa paket stunting dan sembako untuk para ibu dan anak yang terpilih.

“Baznas kota Palembang menyalurkan dana zakat dari PDAM Tirta Musi, karena PDAM ini kan berzakat di Kota Palembang dan Baznas memfasilitasi penyalurannya ke program stunting ini sekaligus bekerjasama dengan Forum Kader Posyandu (FKP) di sini,” ujar Firdaus Ridwan Nawawi, Ketua Baznas, Kamis (24/11).

Ridwan mengungkapkan, kegiatan yang digelar memang dikhususkan untuk penanggulangan bagi anak-anak yang terkena stunting.

“FKP inilah yang akan melaksanakan kegiatan ini untuk anak-anak stunting, karena mereka yang memberi makannya setiap hari. Lewat posyandu setiap hari memberikan makanan tersebut di sekitaran tempat mereka tinggal mereka. Jadi dari kader inilah yang akan melayani anak-anak stunting dan untuk dananya dari Baznas,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut Ridwan membeberkan ada sebanyak 15 orang yang mendapat bantuan paket stunting.

“Paket gizi yang memang disediakan oleh ahli gizi untuk memberikan makanan yang bergizi kepada bayinya dan tadi sembako diberkan untuk orang tuanya. Anak-anak yang dapat manfaat ada 14 dan 1 ibu hamil jadi semuanya ada 15 orang,” bebernya.

Ridwan mengatakan, jika pihak Baznas baru pertama memberikan bantuan untuk pencegahan stunting dan kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan.

“Kalau baznas sendiri baru pertama kali, tahun depan ada lagi nanti. Karena ini akan menjadi program tahunan,” katanya.

Lebih lanjut kata Ridwan, bahwa Kecamatan SU II dipilih karena tingkat stuntingnya paling tinggi untuk di Palembang.

“Ini dipilih menurut data dari dinkes, bahwa titik paling besar stunting ini ada di SU II. Benar kata pak camat tadi jika sebelumnya ada 120 dan sekarang menjadi 39 saja,” lanjutnya.

Ridwan mengaku, jika Baznas sudah bekerjasama juga dengan Dinkes terkait program kesehatan di Kota Palembang.

“Kemarin juga baznas bekerjasama menandatagani MoU dengan dinkes untuk pencegahan TBC (paru-paru), dan penyakit menular lainnya. Baznas hadir pada program Pemerintah melalui dinkes, tidak hanya stunting dan juga untuk orang-orang miskin yang kena penyakit yang disebutkan tadi,” tandasnya. (Tia)