Pimpinan Gontor Ziarah ke Makam AM

Prof Dr Amal Fathullah memeluk erat Rusdi ayah AM didampingi KH Akrim di depan makam. FOTO : EDHO-SUMEKS.CO


PALEMBANG
– Drs. KH. M. Akrim Mariyat Dipl.A.Ed, pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG) berziarah ke makam (17), santri yang meninggal dianiaya seniornya di TPU Sungai Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang, kemarin.

Selain melakukan doa ziarah, pimpinan Gontor juga akan melakukan doa bersama di rumah duka Siti Soimah yang berada di Jalan Mayor Zen, Lorong Sukarame, Kecamatan Kalidoni Palembang, malam harinya.

Kedatangan sejumlah pimpinan Gontor dari hotel di kawasan Kecamatan IB I ini sempat dikawal oleh Satlantas Polrestabes Palembang dan personel Polsek Kalidoni.

Turut hadir pimpinan Gontor  Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasih MA. Rombongan  tiba di makam disambut langsung oleh Rusdi (45) ayah AM dan keluarga.

“Intinya kedatangan untuk silaturahmi dan melakukan takziah karena almarhum merupakan anak didik,” kata KH Akrim saat ditemui awak media usai melakukan ziarah di makam AM.

KH Akrim meyakini, bahwa anak santri saat belajar dan kemudian meninggal dunia adalah mati syahid.

“Kita yakin dan percaya anak yang meninggal sedang belajar itu adalah jihad fisabillillah. Kita ke sini untuk bertakziah dan mengutarakan kedukaan kita,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kamis (8/9), tim penyidik Polres Ponorogo melakukan otopsi jasad AM. Tim dipimpin langsung Kasatreskrim  AKP Nikholas Bagas Yudhi Kurnia SIK MH MSi.

Kepada media, Nikholas mengatakan proses ekshumasi sudah berlangsung sejak pagi. “Sifatnya (ekshumasi) ini tertutup, yang ada di dalam tim penyidik dan tim Forensik termasuk orang tua korban,” kata AKP Nikholas.

Menurutnya, otopsi dilakukan secara menyeluruh dari tim penyidik dan tim forensik melibatkan RS Bhayangkara Palembang terdiri atas satu dokter. Ada juga satu dokter dari RS Mohammad Hoesin bersama empat orng asisten.

Untuk hasil keluar otopsi, pihaknya akan ber koordinasi dengan pihak forensik yakni dari ahli. Mengingat hasil otopsi ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan alat bukti.

Nikolas menyampaikan terkait pemeriksaan saksi yang audah dilakukan pihak polres Ponorogo terhitung hari ini ada 18 orang saksi, dan untuk beberapa saksi lainnya nanti akan  dihadirkan Kembali.

“Terduga pelaku saat ini masih proses pemeriksaan. Ada dua orang santri. Senior AM, nanti domisili akan dijelaskan,” tuturnya.

Sementara dua korban lain kondisinya sehat, dan masih bisa melakukan aktivitas pembelajaran.

“Motif dugaan adanya kesalahpahaman, ada kaitan dengan perkemahan. Saat ini kami fokus untuk proses otopsi. Nanti hasil lebih lanjut akan disampaikan Kapolres,” katanya.

Sementara itu kuasa hukum keluarga AM, Titis Rachmawati menyampaikan memang dalam rangka pengungkapan penganiayaan ini,  pihaknya mengapresiasi dan membantu sepenuhnya agar terungkap dan tidak berlarut. Terutama kejelasan atas penganiayaan ini bisa ditetapkan  pelakunya.

“Orangtua korban sudah bisa menerima kenyataan, ayahnya juga ikut otopsi. Ibunya belum karena kondisinya masih syok. Karena ini sudah di ranah hukum, kita tunggu proses hukum, kita koordinasi dengan klien kami apa  yang akan dilakukan,” tegas Titis. (dho/SC)