Pj Bupati Muba dan Forkopimda Deadline Penambang Ilegal

Pj Bupati Muba H. Apriyadi bersama Forkominda, Kamis (17/11/2022) mendatangi lokasi pencemaran sungai akibat dari aliran penampungan minyak ilegal.
Pj Bupati Muba H. Apriyadi bersama Forkominda, Kamis (17/11/2022) mendatangi lokasi pencemaran sungai akibat dari aliran penampungan minyak ilegal.
  • Agar Menutup aktifitas penambangan ilegal
  • Alat Pengeboran Minyak Diamankan

SEKAYU – Pasca insiden semburan api sumur minyak ilegal di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Keluang Kabupaten Muba pada 15 Oktober lalu, para penambang minyak ilegal Desa Tanjung Dalam kembali berulah.

Aktivitas mereka merembet ke pencemaran lingkungan. Diketahui tampungan minyak hasil pengeboran ilegal tersebut menyebabkan pencemaran ke Sungai Parung dan Sungai Dawas.

Geram dengan kecuekan para penambang ilegal ini, Pj Bupati Muba, H Apriyadi didampingi Dandim 0401 Muba Letkol Arm Dede Sudrajat SH dan Kapolres Muba AKBP Siswandi SH Sik MH, mendatangi lokasi pencemaran sungai akibat dari aliran penampungan minyak ilegal, Kamis (17/11).

Dalam kegiatan tersebut, Pj Bupati mengultimatum alias mengdeadline para penambang ilegal tersebut.

“Kami beri waktu 24 jam. Semua penambang kita angkut dan pemodal aktifitas penambangan ilegal ini kita kejar dan diamankan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, para pekerja penambang minyak ilegal ini sudah diperingatkan dengan tegas untuk menyetop semua aktifitas di lokasi penambangan minyak. “Ya, ini rupanya masih saja beraktifitas ditambah lagi mencemari sungai.
Artinya, tidak mendengarkan instruksi,” tegasnya lagi.

Lanjut Apriyadi, untuk mencegah luapan tampungan minyak ilegal ke sungai, pihaknya melakukan penutupan penam-pungan minyak dan memberikan sekat kanal.

“Kita tutup paksa penampungan minyak ilegal ini, dan semua minyak ini akan diamankan oleh pihak kepolisian,” bebernya. Apriyadi juga menegaskan akan segera bersurat ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu mengatasi sungai yang telah tercemar minyak hasil pengeboran ilegal. (omi)