Playing Victim

Sri Sulastry


Sri Sulastri –
Kriminolog 

KRIMINOLOG Sri Sulastri  turut menyoroti tidak ditahannya istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC).

Menurutnya, PC sebenarnya ada kewajiban untuk ditahan. Akan tetapi, mungkin saja ada pertimbangan dari pihak kepolisian yang membuat PC tidak ditahan.

“Pidananya kan sebenernya bis di atas 4 tahun. Mungkin ada kepentingan lain yang membuat pertimbangan dari kepolisan, mangkanya dia tidak ditahan. Salah satunya mungkin dia tidak akan menghilangkan barang bukti,” ujar Sri, kemarin.

Lebih lanjut Sri mejelaskan, dari segi piuridis bisa saja tidak ditahan jika alat bukti dipastikan tidak akan hilang.

“Dari segi yuridis kalau aparat tidak khawatir dia akan menghilangkan alat bukti dan ada keyakinan tidak akan melarikan diri, ya bisa saja tidak ditahan,” jelasnya.

Sri mengatakan, jika PC merupakan dalang dari meninggalnya Brigadir Joshua. “Sebagai perempuan yang sudah bersuami, kenapa mau tidur dengan laki-laki lain. Itu tidak masuk akal, perlu dipertanyakan kejiwaannya perempuan ini,” katanya.

“Saya tidak simpati sama sekali dengan dia, karena dia sebagai pemicu terjadinya kekerasan dan matinya Brigadir Joshua ini,” lanjutnya.

Sri menambahkan, sebenarnya pembunuhan ini terjadi karena ada laporan yang dipicuh oleh istrinya sendiri. Sehingga membuat Sambo emosi dan melakukan hal tersebut.

“Karena seorang Jenderal untuk menghukum anak buahnya tidak akan sekasar ini, banyak cara lain yang bisa dilakukan. Ini karena dipicu ada laporan dari istrinya ada pelecehan,”

Masih dikatakan Sri, jika PC adalah seorang yang playing victim. “Dia ini saya liat playing victim, seolah-olah menjadi korban, padahal dia sendiri dalangnya,” pungkasnya. (tia)