PLN Siap Hadirkan Energi Besar di Lampung

Sosialisasi tahap awal perizinan pembangunan energi besar. Foto ist
Sosialisasi tahap awal perizinan pembangunan energi besar. Foto ist

Lampung, Palpos. – Sebagai penetapan lokasi pembangungan infrastruktur ketenagalistrikan SUTET 275 kV Gumawang-Lampung 1 di Provinsi Lampung. PLN melalukan sosialisasi tahap awal pembangunan.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kusnardi membuka Sosialisasi Pembangunan Jalur SUTET 275kV Gumawang-Lampung 1, di Balai Keratun Lt III. Rabu (31/8).

Sosialisasi ini dilakukan bersama PT PLN (Persero) Unit Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (UIP SBS). Dihadiri oleh Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PlN UIP SBS, Eko Rahmiko selaku yang mewakili General Manager

Peserta undangan pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dihadiri lebih dari 100 orang. Turut hadir anggota Forkopimda Provinsi Lampung (Pemerintah Provinsi, TNI, Polri dan Kejaksaan), Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Lampung, Anggota Forkopimda pada 5 Kabupaten (Mesuji, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Lampung Tengah, dan Pesawaran), Kepala Kantor Pertanahan pada 5 kabupaten, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan 5 kabupaten, Camat dan Lurah dari 5 kabupaten.

Kusnardi menyampaikan sambutan Gubernur Lampung bahwa Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik rencana pembangunan SUTET 275 kV yang akan dibangun oleh PLN di Provinsi Lampung. Serta menyatakan siap mendukung penuh atas rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini.

“Pembangunan di Provinsi Lampung yang terus meningkat sejalan dengan kebutuhan listrik yang juga meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan peningkatan akan kebutuhan listrik disini sebesar 8,86% per tahun”, ujar Kusnardi.

Peningkatan pertumbuhan perekonomian dan pertumbuhan industri yang semakin masif di Provinsi Lampung, sejalan dengan peningkatan kebutuhan listrik yang juga semakin meningkat tentunya. “Dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik ini, Pemprov Lampung sangat mendukung rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang akan dibangun oleh PLN” tukasnya.

Kusnardi berharap dengan pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut, kondisi kelistrikan di Provinsi Lampung menjadi lebih andal dan stabil. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan menunjang berbagai macam aktivitas di banyak sektor. Seperti perekonomian, industri, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya.

Sementara itu, Eko Rahmiko menjelaskan bahwa sesuai dengan data pertumbuhan listrik yang dimiliki oleh PLN, saat ini beban puncak Provinsi Lampung sudah mencapai 1200 MW. “Sementara daya mampu pembangkit hanya sebesar 700 MW.

Oleh karena itu, saat ini dilakukan transfer daya dari wilayah Sumatera Selatan sebesar 500 MW,” ujar Eko.

Saat ini pertumbuhan kebutuhan listrik Provinsi Lampung sebesar 70 MW per tahun. Selaras dengan pertumbuhan kebutuhan akan listrik tersebut diperkirakan Provinsi Lampung akan berpotensi meningkat dimasa mendatang.

Meningkatkan keandalan sistem kelistrikan serta mencegah adanya potensi defisit dimasa yang akan datang di provinsi Lampung. Pemerintah Pusat dalam hal penugasan untuk kepentingan umum serta pelaksanaan Proyek Strategis Nasional maka PT. PLN (Persero) UIP Sumbagsel akan menambah jaringan listrik yang baru.

Targetnya dengan kapasitas daya hingga maksimal 2000 MW. “Melalui pembangunan SUTET 275 KV Gumawang-Lampung 1, harapannya penyerapan pembangkit yang ada diselatan akan bisa maksimal,” tambah Eko.

Pembangunan sistem kelistrikan ini akan berlokasi di 5 kabupaten, 13 kecamatan dan 39 desa. Yaitu 4 desa dan 1 kecamatan di kabupaten Mesuji, 13 desa dan 5 kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat, 1 desa dan 1 kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang, 19 desa dan 3 kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah dan terakhir 2 desa dan 1 kecamatan di Kabupaten Pesawaran.

“Pembangunan SUTET 275 kV Gumawang – Lampung 1 ini akan membuat sistem ketenagalistrikan di Lampung semakin Andal tentunya,” pungkas Eko

Dalam laporannya, Staf Ahli Gubernur Provinsi Lampung, Zainal Abidin telah merencanakan kegiatan sosialisasi pembangunan kepada pihak-pihak yang terlintasi SUTET 275 kV ini dimulai dari tanggal 05 September dan seterusnya. Jika dalam proses berjalan lancar maka akhir September PENLOK dapat terbit dan dilanjutkan dengan proses pengadaan Lahan untuk tapak tower.

“Para Kades/Lurah dari 39 Desa dan kelurahan beserta Camat dan PEMDA 5 Kabupaten yang terlintasi hendaknya dapat membatu kegiatan ini dengan maksimal agar pembangunan dapat segera terlaksana sesuai harapan Bapak Gubernur,” pungkasnya. (Nik)