Polisi Kejar Pembunuh Pemilik Salon

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi

LUBUKLINGGAU – Jajaran Polres Lubuklinggau terus memburu pelaku yang menghabisi  pemilik salon bernama Samsudin alias Ontary alias Tary (40).

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi memperkirakan pelaku sudah melarikan diri ke luar Lubuklinggau.

“Kebetulan pelaku ini, sudah ke luar Kota Lubuklinggau,” kata Kapolres didampingi Wakapolres Kompol MP Nasution, Kasatreskrim AKP Robi Sugara, Kasi Humas/Plt Kasi Propam AKP Hendri Agus, kemarin.

Diketahui Samsudin alias Ontary alias Tary ditemukan tewas di Tary Salon miliknya di Jalam Raya Temam RT 02, Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, Kamis (26/08), sekitar pukul 14.50 WIB lalu.

Korban ditemukan warga sudah membengkak, dengan pisau masih tertancap di pinggang kanan atas, atau di bawah ketiak.

Kapolres meminta, agar masyarakat bersabar karena anggota sedang bekerja di lapangan, melakukan pengejaran terhadap diduga pelaku.

“Tunggu saja pengungkapan anggota kita yang masih di lapangan,” ujarnya.

Dia mengatakan sengaja belum mengungkapkan identitas pelaku pembunuhan Tary. Karena takut informasi bocor, sehingga pelaku kabur semakin jauh.

“Identitas pelaku sebenarnya sudah kami kantongi. Termasuk foto kita sudah disimpan,” katanya.

Kapolres sebelumnya mengatakan diduga pelaku adalah orang di sekitar korban. Meski tidak menjelaskan, apakah dekat secara jarak (tetangga), atau dekan secara emosional (teman/pacar).

Diberitakan sebelumnya, warga di Jalan Raya Temam, RT 01 (depan Gerbang Prumnas Rahma), Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang waria di dalam sebuah ruko Tary Salon.

Korban diketahui bernama Ontary alias Tary (40), warga asli dari Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Mayat  kali pertama ditemukan oleh Rita (48) dan Maihen (40), keduanya warga Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau.

Rita menuturkan, dia datang ke tempat salon korban, untuk menanyakan baju pengantin yang dipinjam korban Ontary.

 “Aku ini punya sewa pelaminan, jadi aku sama kawan saya Maihen. Maihen ini punya juga sewa baju pengantin juga. Jadi Tary ini minjam baju Maihen. Kebetulan Tary ini penghias pengantin juga jasa pakaian pelaminan dan baju pengantin,” ceritanya.

Jadi Tary ini janji mau mengembalikan baju tersebut Selasa (23/08) yang lalu. Namun saat itu, Maihen menghubungi bersangkutan tapi tidak bisa. Bahkan hingga Kamis juga tidak ada respon.(yat)