Polisi Sita 1.000 Butir Ineks Jaringan Pekanbaru

Tersangka diamankan di Mapolsekta IT I Palembang


PALEMBANG
– Jajaran Reskrim Polsek Ilir Timur (IT) I Palembang meringkus seorang kurir pil ekstasi saat melakukan transaksi di Jalan Kapten Anwar Sastro depan minimarket Alfamart, Kamis (29/09), sekitar pukul 19.30 WIB.

Namun, saat itu polisi tidak menemukan barang bukti yang dibawa oleh tersangka.  Tersangka Chaidir Agustian alias Didi (34), warga Jalan KH Azhari, Lorong Taman Bacaan, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang ini kemudian dibawa ke rumahnya, sekitar pukul 22.00 WIB lalu ditemukan barang bukti.

Kapolsek IT I Palembang Kompol Ginanjar Alya Sukmana SIK M Si mengatakan pihaknya menyita barang bukti di dalam rumah pelaku sebanyak 1.008 butir. Barang bukti tersebut terdiri atas 58 butir warna orange logo pyramid, sedangkan sisanya berwarna ungu berlogo Supermen.

“Tertangkapnya pelaku oleh anggota kita yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Muslim setelah menerima informasi dari masyarakat,” kata Kompol Ginanjar Alya Sukmana, kemarin.

Dari keterangan tersangka, bahwa barang haram ini didapatkannya dari seseorang berinisial P yang berada di Pekanbaru Provinsi Riau.

“Saat ini kita sedang mendalami hal itu dengan bekerja sama dengan Satres Narkoba Polrestabes Palembang,” ujar Kompol Ginanjar Alya Sukmana.

Tersangka diduga kuat termasuk dalam jaringan antar provinsi dan antar kota.  “Pelaku mengaku ke anggota kita sudah empat kali mengantarkan barang dan dia termasuk dalam jaringan antar provinsi,” jelas Kompol Ginanjar.

Atas ulahnya tersangka terancam pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup atau penjara paling singkat enam tahun penjara.

“Selain ekstasi anggota kita turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih nopol BG 2817 AAY dan satu unit ponsel merek Oppo,” tandas Kompol Ginanjar Alya Sukmana.

Sementara, tersangka Didi mengaku telah melakukan pengantaran barang haram tersebut sebanyak empat kali.

“Saya sudah empat kali mengantarkan barang haram itu, untuk upahnya saya mendapatkan Rp 500 ribu untuk sekali antar,” tutupnya.(sumeks.co)