Polres Lubuklinggau Bekuk 3 Penimbun BBM Subsidi

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi merilis tiga pelaku penimbun BBM subsidi, kemarin. FOTO : MARYATI-PALPOS


LUBUKLINGGAU
– Tiga warga penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diamankan Tim Khusus Satuan Tugas Operasi Penegakan Hukum (Timsus Satgas Ops Gakkum) Polres Lubuklinggau.

Ketiganya, Herwansyah (41), warga Desa Muara Kelingi, RT 05, Kelurahan Muara Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura); Marsudi alias Didin (46), warga Jalan Lintas Tugumulyo, RT 05, Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II; dan Hendri (43), warga Jalan Raya Lubuk Kupang, RT 07, Kelurahan Lubuk Kupang,  Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau.

Ketiganya diamankan di dua lokasi yang berbeda saat mengangkut BBM. Tersangka Herwansyah diamankan di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Senin (12/09), sekitar pukul 09.30 WIB.

Bersama tersangka  diamankan mobil Mitsubishi Canter  nopol BG 8562 H, yang tangkinya sudah dimodifikasi menjadi dua dengan kapasitas masing-masing tanki 90 liter atau total kapasitas 180 liter.

Sedangkan tersangka Marsudi diamankan di hari dan dilokasi yang sama sekitar 30 menit sebelumnya atau sekitar pukul 09.00 WIB. Bersama tersangka Marsudi, polisi  mengamankan mobil Mitsubishi Kuda nopol BG 1668 HN, yang tangkinya  dimodifikasi menjadi dua dengan kapasitas total dari dua tanki 180 liter.

Sementara tersangka Hendri diamankan di Jalan Raya Lubuk Kupang, RT 07, Kelurahan Lubuk Kupang, K camatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, Senin (12/09), sekitar pukul 09.30 WIB. Bersama tersangka juga diamankan mobil Isuzu Panther  yang tangkinya dimodifikasi dengan kapasitas 60 liter.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi, didampingi Kanit Pidsus, Ipda Bambang Sismoyo dan Kanit Pidum, Ipda Jemmy Gumael dalam pers release   Mapolres Lubuklinggau, Selasa (13/09), menjelaskan bahwa ketiga tersangka telah melakukan penyalagunaan BBM bersubsidi dengan modus ekonomi.

‘’Padahal apa yang dilakukan mereka ini membisniskan BBM subsidi untuk memperkaya diri sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Harisandi, juga membeberkan modus para tersangka. Salah satunya Herwansyah sengaja membeli BBM subsidi dengan melakukan antrian berulang di beberapa SPBU. Selanjutnya BBM subsidi itu digunakan untuk melakukan kegiatan  tambang pasir ilegal di Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura). (yat)