Polres OKUT Bongkar Penjualan Kosmetik Ilegal

Kapolres OKU Timur didampingi Kasat Reskrim Polres OKU Timur gelar press release terkait penjualan kosmetik berbahaya dan ilegal.
Kapolres OKU Timur didampingi Kasat Reskrim Polres OKU Timur gelar press release terkait penjualan kosmetik berbahaya dan ilegal.

MARTAPURA – Satuan Reserse Kriminal Polres OKU Timur berhasil mengungkap penjualan kosmetik berbahaya dan ilegal.

Tiga pelaku penjualan kosmetik berbahaya dan ilegal di wilayah hukum Polres OKU Timur yang merupakan warga OKI, ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres OKU Timur di Pasar Kalangan Desa Suka Negeri Kecamatan Semendawai Barat, Kabupaten OKU Timur, pada Sabtu 19 November 2022 sekitar pukul 08.30 WIB.

“Tiga pelaku ini berinisial RB (36) dan RK (28) warga Kampung II, Desa Serinanti, Kecamatan Pedamaran serta HS (43) warga Desa Sugih Waras, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI,” ujar Kapolres OKU Timur AKBP Nuryono, S.H SIK MM didampingi Kasat Reskrim AKP Hamsal, SH MH dan sejumlah Perwira saat gelar press release, Selasa (22/11).

Dari hasil penggerebekan itu Satreskrim Polres OKU Timur berhasil menyita 51 jenis kosmetik berbagai merk yang mengandung zat berbahaya. “Para tersangka ini memperjualkan alat kosmetik yang mengandung zat berbahaya dan mengandung bahan mercury serta tidak terdaftar di BPPOM,” jelas Kapolres.

Terungkapnya kasus ini dikatakannya berawal dari laporan masyarakat dan selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Dalam proses penyelidikan dan proses penyidikan kata Kapolres, produk kosmetik tersebut kerap menggunakan label merk kosmetik terkenal. Namun setelah di cek ternyata menggunakan zat berbahaya.

Alat kosmetik yang mengandung Zat berbahaya melanggar undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dalam Pasal 107 Jo Pasal 106 ayat (1), dan ayat (2) UU RI No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Tersangka dikenakan pasal 196 ayat 2 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda 10 milliar,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Kapolres, menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan selektif untuk lebih memperhatikan dalam memilih kosmetik.
“Karena banyak alat kosmetik di pasaran yang mengandung zat berbahaya,” pungkasnya. (ard)