RAKYAT YANG AKAN MENENTUKAN BUKAN JOKOWI

Hasto, Sekjend PDIP


JAKARTA
– Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan syarat capres dan cawapres untuk menang di Pilpres harus berdasarkan dukungan sebagian penduduk masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan Hasto saat menanggapi bagaimana sikap PDI Perjuangan mengenai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Prabowo Subianto mendapat jatah di Pilpres selanjutnya.

Bagi Hasto, apa yang disampaikan Jokowi itu bukan merupakan sikap dukungan untuk Prabowo.       Sebab, capres dan cawapres hanya bisa menang Pilpres berdasarkan pilihan dari rakyat secara langsung.

 “Capres-cawapres, yang mendukung, kan, rakyat melalui dukungan 50 persen plus satu dan harus tersebar di 20 provinsi,” kata Hasto.

Hasto yang hadir langsung saat Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut, mengatakan saat itu acara HUT Partai Perindo dipenuhi dengan nuansa kegembiraan.

Menurut Hasto, apa yang disampaikan Jokowi itu bagian dari memuji Prabowo dan partai politik untuk membangun harapan yang baik dalam Pilpres 2024.

“Pak Jokowi menaungi dan tentunya partai politik untuk saling memuji, saling membangun harapan dalam kontestasi menuju Pilpres 2024,” kata Hasto.

Hasto mengatakan Jokowi juga menyampaikan proses pemenangan di sejumlah kontestasi pemilu di hadapan Prabowo Subianto.

Lalu, Jokowi meminta maaf kepada Prabowo karena menang dua kali dalam Pilpres. Setelah itu, Jokowi bicara selanjutnya itu adalah jatahnya Prabowo.

Hasto menilai hal itu bagian dari upaya Presiden Jokowi memuji Prabowo.

“Jadi, itu sebagai bagian dari upaya untuk saling memuji, itu yang dilakukan Pak Jokowi, tetapi semua kita tahu bahwa untuk menjadi presiden itu rakyat yang menentukan,” ucap Hasto.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung soal Pemilihan Presiden 2024 saat hadir dalam HUT kedelapan Partai Perindro di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (07/11).

Jokowi memprediksi Ketua Umum Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan menjadi presiden. 

Pernyataan Jokowi  itu langsung mengundang respons dari pihak lain. Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Willy Aditya menilai pernyataan Presiden Ketujuh RI itu sebagai apresiasi untuk Prabowo.

 “Tentu pemimpin harus saling membesarkan dan yang dilakukan Pak Jokowi itu sangat wajar, ya mengapresiasi,” ujar Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/11).

Namun, legislator Partai NasDem di DPR itu menegaskan Jokowi tidak memiliki tiket untuk mengusung capres.

Willy beralasan mantan wali kota Surakarta itu bukan pengurus atau ketua umum partai politik.

 “Kan, yang punya tiket bukan Pak Jokowi, tetapi partai,” kata Willy.

Politikus asal Solok, Sumatera Barat, itu juga menyatakan penentu pemenang pilpres ialah suara pemilih. (ant)