RUU Sisdiknas Kecewakan Guru dan Dosen

Madi Apriadi SPdI MPd


PALEMBANG
– RUU Sisdiknas yang dimenghilangkan tunjangan profesi guru dan dosen tentu ini sangat ironis dan mengecewakan. Maka Akademisi, Madi Apriadi menyatakan jika hal itu tentu mengecewakan profesi guru dan dosen.

“Tunjangan ini sebenarnya bukan masalah besaran jumlah uang akan tetapi masalah bentuk penghargaan terhadap profesi guru dan dosen. Ini benar-benar mengecewakan,” tuturnya saat dihubungi Palembang Pos, (21/9)

Padahal, dalam UU Guru dan Dosen secara eksplisit dicantumkan secara jelas klausul mengenai Tunjangan Profesi Guru dalam Pasal 16, ayat 1, yang berbunyi, Pemerintah memberikan tunjangan profesi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat 1 kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan dan/atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Tunjangan profesi ini diberikan setara dengan satu kali gaji pokok guru dan dosen yang bersumber dari anggaran negara, baik APBN maupun APBD.

“Melihat perbandingan yang sangat kontras mengenai Tunjangan Profesi Guru dan  dosen yang tercantum RUU Sisdiknas dengan UU Guru dan Dosen, jelas tampak RUU Sisdiknas berpotensi kuat akan merugikan jutaan guru dan dosen di Indonesia,” tegasnya.

Seharusnya pemerintah harus peka dan bijak dalam membuat suatu RUU jangan sampai merugikan salah satu profesi apa lagi profesi ini sangat penting karna profesi inilah yang memunculkan SDM yang baik dan berkualitas untuk bangsa ini.

“Terkadang ironis melihat guru dan dosen gaji guru dan dosen yang mereka menghabiskan waktu, tenaga dan materi untuk pendidikan mereka namun setelah bekerja gaji mereka kadang tidak sesuai dengan pendidikan yang telah mereka tempuh. Terebih profesi guru yang berada diperdesaan itu butuh perjuangan mereka untuk dapat memberikan Pendidikan bagi siswa dipelosok,” jelasnya.

Untuk itu, dia berarap kedepannya profesi guru dan dosen ini tidak dipandang sebelah mata dengan demikian profesi ini nantinya bisa dihargai dan para guru dan dosen kesejahteraanya terjamin oleh pemerintah.

“Semoga pemerintah bisa membatalkan hal itu, dan kembali memperhatikan profesi guru dengan hak yang benar mereka adakan,” tutupnya. (nik)