SADIS ! HAIDAR HABISI TEMAN KULIAH

Tersangka Haidar dengan kaki kanan diperban bekas luka tembak, kemarin.


MARTAPURA
– Kasus penemuan mayat dengan kondisi terbakar dan penuh luka tusuk di Kecamatan Belitang Jaya Kabupaten OKU Timur  terkuak.

Ternyata korban yang ditemukan di lahan Desa Girimulyo, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten OKU Timur, Rabu (23/11), sekira pukul 15.00 WIB, dihabisi oleh teman kuliahnya sendiri di UIGM Palembang.

Korban diketahui bernama  Pebri Setiawan (20) warga Musi Banyuasin. Sedangkan pelakunya adalah Haidar (20), warga Belitang OKU Timur.

Terungkapnya setelah Haidar dibekuk jajaran Polsek Martapura dan Satreskrim Polres OKU Timur  saat akan menambal ban mobil milik korban yang dibawanya di Sungai Tuha Martapura  akan menuju kota Baturaja, Rabu (23/11) malam.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan ini sudah direncanakan sejak awal. Niat pelaku adalah untuk menguasai harta benda korban termasuk mobil  dan barang-barang lainnya. Uang hasil penjualan barang-barang milik korban ini nantinya akan digunakan untuk pesta di daerah Selapan OKI,” kata Kapolres OKU Timur, AKBP Nuryono  saat konferensi pers di Mapolres OKU Timur, kemarin.

Dijelaskan Nuryono, dari pengakuan Haidar, korban dihabisi di  Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir dengan sebilah sangkur yang sudah disiapkan pelaku. Setelah memastikan korban tewas, pelaku memasukkan korban ke bawah jok belakang mobil dan membawanya ke Belitang OKU Timur.

Lalu, pelaku sempat singgah menemui ibunya untuk mengambil kunci rumah dan pulang ke rumah untuk mandi serta ganti baju. Setelah itu membeli bensin dan membawa jasad korban ke perkebunan untuk dibakar.

“Alasannya untuk menghilangkan jejak agar korban tidak dapat dikenali,” lanjut Kapolres.

Setelah membakar korban, pelaku kemudian berputar-putar di Kota Martapura dan sempat singgah di Taman Tani Merdeka Martapura sebelum berniat melanjutkan perjalanan ke Kota Baturaja.

“Belum sempat keluar Martapura, mobil tersebut pecah ban dan pelaku berhenti di Sungai Tuha untuk menambal ban. Saat itulah kita ringkus,” papar Kapolres.

Dikatakan Kapolres, diketahuinya posisi pelaku juga karena polisi berhasil memantau melalui CCTV yang banyak dipasang di wilayah hukum Polres OKU Timur.

“Ada 1.000 lebih CCTV yang kita sebar di 20 Kecamatan di OKU Timur. Jadi keberadaan pelaku berhasil kita pantau,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dikenakan Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 dan atau Pasal 365 KUHP ayat 3 tentang pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan atau pencurian yang kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Untuk ancaman hukuman tentu maksimal adalah hukuman mati,” pungkas Kapolres.

Sementara,  Haidar  mengakui sudah berniat merampas mobil dan harta korban dengan pura-pura mengajak  keluar kota.

“Iyo pak, memang la niat. Rencana nak kujual mobil ini di medsos, cuma belum sempat keburu ditangkap. Duitnyo nak kupakai ke Selapan OKI untuk pesta,” akunya kepada wartawan.

Saat ini pelaku beserta barang bukti satu unit mobil Honda Brio warna kuning, handphone korban dan harta lainnya diamankan di Mapolres OKU Timur. Jasad korban sudah dibawa pihak keluarganya untuk dikebumikan. (ard)