Selingkuh, Dua ASN OKI Dijatuhi Sanksi Berat

Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, H. Husin S.Pd MM
Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, H. Husin S.Pd MM

Sekayu, Palpos.- Setelah melewati proses cukup panjang. Akhirnya pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memberikan sanksi berat terhadap Damsir Khalik Masri dan Winda Anggraeni Garnis. Sepasang sejoli yang terbukti berselingkuh ini merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas dilingkungan Pem Kabupaten OKI.

Disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, H Husin SPd MM jika keduanya telah dijatuhkan sanksi terberat sesuai Hukuman disiplin bagi PNS yang diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021.

“Sanksi berat yang diberikan untuk Damsir berupa pembebasan atau pemberhentian dari jabatannya dan tidak lagi bertugas dilingkungan sekretariat daerah,” ungkap Husin, saat ditemui di pendopoan Rumah Dinas Bupati OKI, Jum’at (02/9) sore, seraya mengatakan yang bersangkutan kita mutasikan ke kantor Kecamatan Sungai Menang agar menjadi pelajaran.

Masih kata Sekda, untuk saudari WAG juga mendapatkan sanksi berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah. “Winda diberikan sanksi berupa penurunan pangkat setingkat dari pangkat yang ada. Dari yang sebelumnya fungsional sekarang menjadi porter (pegawai yang mendorong tempat tidur pasien) di Rumah Sakit Umum Tugu Jaya,” tambah Sekda.

Dikatakannya sanksi yang diberikan sesuai dengan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), yaitu salah satu poin hukuman disiplin berat. “SK pemberian sanksi tertanggal 1 September 2022 kemarin, keduanya sudah resmi menerima,” papar dia.

Husin menambahkan bagi ASN yang dijatuhi sanksi kepegawaian diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan. “Negara kita kan negara hukum, jadi ASN yang dijatuhi sanksi hukuman indisipliner diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan tentunya dengan mekanisme yang benar,” tegasnya.

Keputusan yang ditetapkan tambah Husin sudah diteruskan ke Kemendagri dan KASN. “Putusan yang diambil berdasarkan fakta-fakta yang memberatkan dan meringankan,” tutupnya. (ian)