Sertifikasi Profesi Jadi Peluang Bagi Pencari Kerja Masa Depan

Webinar BRIEFER bertajuk “Indonesia’s Future of Work and Education” pada Senin (31/10/2022). Foto: ANTARA/HO-BRIEFER


JAKARTA
– Sertifikasi profesi dan pendidikan berbasis kompetensi dinilai semakin penting dan menjadi peluang bagi para pencari kerja masa kini dan masa depan.

Chief Executive Officer BRIEFER Aditya Sani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa mengungkapkan pelaku dunia pendidikan saat ini terus berupaya menjawab tantangan zaman dengan berbagai metode baru, termasuk pilihan penjurusannya dalam proses belajar agar lulusannya langsung terserap dunia kerja.

“BRIEFER melihat sertifikasi profesi sebagai hal yang sangat penting bagi dunia kerja masa kini dan masa depan, karena sertifikasi menjadi standar jaminan kompetensi seseorang. Rekomendasi kami, agar pelaku dunia pendidikan tinggi, terutama kampus-kampus negeri bisa memaketkan lulusannya, bukan hanya dengan gelar sarjana, tetapi juga sertifikasi profesi,” katanya dalam webinar bertajuk “Indonesia’s Future of Work & Education” pada Senin (31/10/2022).

Webinar, yang diadakan platform komunikasi BRIEFER itu dilaksanakan sebagai ruang diskusi antarpemangku kepentingan di dunia pendidikan (supply) dengan dunia kerja (demand) dan juga sebagai upaya memperkecil kesenjangan kemampuan dan link & match.
Sebelumnya, Chair of G20 Indonesia Employment Working Group Anwar Sanusi, dalam B20-G20 Dialogue: Future of Work and Education Task Force, mengungkapkan tantangannya saat ini adalah memperbaiki kesenjangan antara kemampuan dan sistem pendidikan.

Selain itu, pemerintah juga perlu terus mendorong kewirausahaan, sehingga generasi mendatang dapat menciptakan lapangan kerja dan memperkuat roda perekonomian.

Muchtar Azis, Plt Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan, memaparkan revitalisasi pasar kerja dan tenaga kerja dapat dilakukan melalui beberapa strategi di antaranya penyediaan sistem informasi, pengelolaan kurikulum pendidikan sesuai dengan kebutuhan kerja pelatihan maupun kursus keterampilan, hingga terwujudnya penjaminan mutu melalui sertifikasi.

“Sertifikasi diperlukan untuk memberikan validasi terkait kemampuan di suatu bidang serta sebagai tolok ukur tingkat penyerapan tenaga kerja dalam sebuah industri. Selain itu, di masa depan, sertifikasi sangat memungkinkan menjadi sebuah bukti bahwa kompetensi seorang pekerja telah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh kebijakan pemerintah terhadap ragam profesi,” ujarnya. (ant)